Minggu, Mei 26

#2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera: Kami Ingin Ganti Jokowi Secara Konstitusional

Mardani Ali Sera Luncurkan Buku #2019GantiPresiden (Sumatra Pos/HK)
Mardani Ali Sera Luncurkan Buku #2019GantiPresiden (Sumatra Pos/HK)
SUMATRAPOS.COM — Inisiator gerakan #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera mengatakan masyarakat menginginkan perubahan kepemimpinan pada tahun 2019 mendatang. Gerakan #2019GantiPresiden ini merupakan awal membangun masyarakat agar lebih berani bersuara,¬† gerakan ini sudah diterima luas oleh masyarakat yang menginginkan perubahan.
Gerakan ini juga gerakan legal, sah, konstitusional sesuai dengan amanat UUD 45.
“Kita menginginkan perubahan itu melalui kompetisi yang sah yaitu saat pemilihan umum serentak di tahun 2019. Gerakan ini jelas gerakan yang menjunjung tinggi asas berdemokrasi,” kata Mardani saat peluncuran buku #2019GantiPresiden di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).
Mardani menjelaskan ada empat hal mengapa gerakan #2019GantiPresiden ini jadi gerakan sosial yang  mudah diterima bahkan semakin ditakuti oleh rezim penguasa.
Pertama gerakan ini membangkitkan generasi pemberani pelopor perubahan Indonesia, kedua didukung oleh mayoritas rakyat Indonesia berdasarkan hasil kajian lembaga survei dan media sosial.
Ketiga fakta Jokowi dapat dikalahkan, sebab di masa Jokowi banyak janji-janji kampanye yang belum terpenuhi, ekonom semakin memburuk, dukungan penuh dari ulama, ibu-ibu dan kaum milenial. Keempat gerakan ini siap berjuang mengawal dan memenangkan Pilpres 2019.
“Tidak ada rencana dan niat untuk menganti (Presiden Jokowi.red) sejak awal, hal itu sudah dijelaskan dalam latar belakang buku saya, kami ingin menganti secara konstitusi, kami yakin 2019 bisa mengalahkan Jokowi,” ujar Mardani ketika ditanyakan #2019GantiPresiden ada upaya menggulingkan kekuasaan (makar) sebelum waktunya.
“#2019GantiPresiden tidak melanggar UU Pemilu,* tambahnya menjawab pertanyaan sumatrapos.com
Sedangkan calon wakil presiden Prabowo Subianto, Sandiaga Uno yang hadir mengatakan #2019GantiPresiden seperti bola salju yang terus membesar karena semakin banyak anak muda yang berminat. Hal ini yang membuat pemerintah sekarang merasa khawatir.
“Gerakan ini adalah gerakan organik yang lahir dari proses kesulitan yang dihadapi masyarakat, ekonomi sulit, harga mahal, cari kerja susah,” jelas Sandi.
Gerakan ini juga semakin membesar karena terus dibendung oleh pemerintah karena beberapa kali acara #2019GantiPresiden dilarang aparat.
“Kalau sulit mencari tempat kegiatan #2019GantiPresiden nanti kita pindah kerumah emak-emak aja,” kata Sandi dihadapan ibu-ibu.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini meluruskan bahwa gerakan yang digagas oleh Politikus PKS harus dikemas secara kreatif dan ditambah gerakan budaya, gerakan ekonomi kreatif dan gerakan yang membawa pesan-pesan positif.
“Kita ingin proses demokrasi pada pileg dan pilpres sejuk dan membahagiakan masyarakat,” tandasnya. (HK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: