Selasa, Oktober 15

Aksi Nekad Buka Baju di Desa Sigapiton Bukti Bupati Tobasa Minim Sosialisasi

Bagikan

Sumatrapos.com, Jakarta – Aksi emak-emak buka baju menolak eksekusi lahan  di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara (Sumut) mendapat banyak tanggapan dari masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Masyarakat Tobasa Bersatu (MTB), Tigor Doris Sitorus, yang menyesalkan terjadi aksi demo buka baju tersebut.

Tigor mengatakan tidak sepatutnya aksi buka baju itu terjadi karena masyarakat Tobasa taat adat dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama bukan menggambarkan hal primitif semacam itu. Menurut Tigor hal itu terjadi karena kurangnya komunikasi dan sosialisasi antara pemkab dengan masyarakat.

“Aksi buka baju itu tidak akan terjadi jika Bupati intensif melakukan komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat.” kata Tigor di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Tigor menjelaskan di lokasi yang akan dibangun jalan pariwisata menuju Batu Silali sepanjang 1.900 meter dan lebar 18 meter itu, tidak seharusnya terjadi penolakan masyarakat karena sudah jadi program nasional Presiden Joko Widodo. Bupati Tobasa seharusnya dapat mencegah peristiwa itu jika melakukan komunikasi dan sosialiasi yang baik.

“Seharusnya Bupati Tobasa meniru gaya komunikasi dan sosialisasi Pak Jokowi, warga diajak bicara dan diundang makan bersama sehingga mereka paham tujuaan program pemerintah.” ujarnya.

Terakhir Tigor berpendapat Bupati Tobasa telah gagal sebagai kepala daerah karena memimpin layaknya seorang penguasa.

“Aksi buka baju menolak eksekusi lahan di Desa Sigapiton bukti bahwa Bupati Tobasa kurang dekat dengan rakyat. Menurut saya dia telah gagal sebagai pemimpin.” tandasnya.

Sedangkan Bupati Tobasa dalam video klarifikasinya di yang beredar di media sosial mengatakan secara legal lahan tersebut milik Kementerian Kehutanan yang telah diberikan kepada BODT, Pemkab Tobasa hanya sebagai tim terpadu yang memfasilitasi penyerahan lahan tersebut.

Terkait dengan ganti rugi tanaman masyarakat yang berada di jalur yang akan dibangun tersebut, Darwin menjelaskan saat ini semuanya sedang dihitung oleh tim apresial dan masih dalam proses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: