Kamis, Februari 27

Arief Poyuono: Dua Tahun Kerja Berat Tim Ekonomi Jokowi-Maruf

Bagikan
Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono.
Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Bersatu, FX Arief Poyuono.

Sumatrapos.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo baru saya mengumumkan susunan kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Salah satu yang jadi sorotan publik yaitu menteri-menteri dibidang ekonomi.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu FX Arief Poyuono mengatakan, dalam satu atau dua tahun setelah pelantikan kabinet Jokowi – Amin.  Tim ekonomi  masih harus  jatuh bangun untuk bisa membereskan beberapa indikator makro ekonomi dalam jangka pendek  akibat pengaruh krisis ekonomi global dan dampak perang dagang Amerika Serikat vs China.

Misalnya tim ekonomi harus mengurangi tekanan atas inflasi yang cenderung meningkat terus,menahan depresiasi rupiah terhadap US dollar akibat  tingginya impor dan turunnya produk komoditas ekspor. Kemudian mencegah ancaman aliran keluar dana asing dari pasar modal, ancaman relokasi atau ke luarnya industri manufacturing besar besar, menurunnya  daya beli masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan kemiskinan, ancaman phk besar besar an , dan menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak sampai di bawah lima persen seperti yang diprediksi oleh bank dunia

“Setelah badai resesi reda, dan bisa mengatasi indikator ekonomi makro jangka pendek kaka tim ekonomi baru bisa berpikir lebih jernih untuk merealisasi janji janji kampanye Joko Widodo dalam bidang perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan SDM dengan menjamin kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Juga meningkatkan kualitas pendidikan dan reformasi birokrasi.” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/20/2019).

Lebih lanjut, kata Arief, untuk membereskan indikator makro ekonomi jangka pendek akan memakan waktu cukup panjang  hingga 2 tahun untuk mencapainya.

“Setelah itu Tim ekonomi akan memikirkan tantangan struktural ekonomi.” ujarnya.

Selain masalah ekonomi, menurut Arief,  yang masih harus berjibaku selama dua tahun  melawan derasnya krisis ekonomi yaitu dibidang tenaga kerja juga akan menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Seperti diketahui publik pemerintah sedang mencoba melakukan revisi UU Tenaga kerja yang dikhawatirkan akan mendapatkan perlawanan full power dari barisan Buruh yang akan menolak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: