Selasa, Desember 10

Atap Gedung Sekolah Ambruk, KPAI Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Wujudkan Sekolah Aman Anak

Bagikan

Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan. (hk/spo)

Sumatrapos.com, Jakarta – Masyarakat dikejutkan dengan sebuah tragedi di pendidikan yang memakan korban jiwa dua orang, yaitu satu guru dan satu siswa yang tertimpa atap  sekolah saat proses pembelajaran sedang berlangsung.

Diduga kuat,  ambruknya atap  bangunan SDN Gentong I Pasuruan akibat kesalahan konstruksi bangunan, mengingat sekolah tersebut dibangun pada tahun 2016/2017 lalu.

Kejadian tersebut mengakibatkan lima bangunan kelas ambruk total dan menimpa seluruh penghuni ruangan yang pada saat itu sedang diadakan kegiatan belajar mengajar Berdasarkan catatan BPBD Provinsi Jawa Timur, dua orang korban meninggal dunia, yakni seorang guru (19 tahun) dan seorang siswi (8 tahun). Selain itu, BPBD juga mendata sepuluh korban luka ringan berusia sekitar 7-11 tahun dan 2 korban luka berat.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menyampaikan belasungkawa atas  meninggalnya para korban. KPAI akan melakukan pengawasan langsung ke sekolah dan akan segera menjadwalkan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Pasuruan dan OPD terkait, seperti Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, Dinas PPPA dan P2TP2A kota Pasuruan, untuk membahas masalah ini.

“Guru dan murid dalam proses pembelajaran wajib mendapatkan perlindungan dari sekolah, pemda/pemprov dan pemerintah pusat (Kemdikbud dan Kemenag) sesuai  pasal 14 ayat (1) poin (g) UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen” ujar Retno dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2019).

Retno menerangkan, berdasarkan keterangan BPBD Prov. Jawa Timur, atap gedung sekolah yang roboh diduga salah konstruksi, sehingga atap penahan dari galvalum tidak kuat menahan beban sehingga abruk. Kepolisian sedang menyelidiki kasus ini dan kita tunggu hasilnya. Karena, jika ternyata kesalahan dari pemborong atau pihak yang mengerjakan proyek pembangunan ataupun rehab bangunan, maka perlu diaudit dan juga diproses pidana karena telah memakan korban jiwa akibat pengerjaan bangunan yang tidak sesuai dengan standar kelayakan dan keamanan.

“ke depannya para pemborong dan kontraktor lebih hati-hati dalam bekerja demi kesalamatan penghuni sekolah.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: