Australia Indikasikan Ancaman Serangan Teroris di Indonesia

Sumatra Pos/Foto: CNN Indonesia
Sumatra Pos/Foto: CNN Indonesia
SUMATRAPOS.COM — Australia meningkatkan peringatan perjalanan ke Indonesia terkait indikasi serangan terorisme. Pemerintah Australia juga menyatakan salah satu staf konsulat jenderalnya di Surabaya tidak akan hadir dalam acara yang diselenggarakan Universitas Airlangga hari ini, Kamis (23/8), menyusul ancaman serangan teroris yang belakangan beredar di Indonesia.
“Kami terus menerima informasi yang mengindikasikan serangan teroris mungkin tengah direncanakan di Indonesia. Berkaitan dengan peningkatan ancaman keamanan, staf Konsulat Jenderal Australia di Surabaya tidak akan hadir di acara Universitas Airlangga pada 23 Agustus ini,” bunyi pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri dan perdagangan Australia melalui situs resminya.
Pernyataan itu dikeluarkan Australia tak lama setelah beredar sebuah video dari pihak yang menyebut diri sebagai Divisi Peretasan ISIS kepada pemerintah Indonesia. Video yang beredar di media sosial sejak awal pekan ini itu berisikan ancaman ISIS terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Melalui video berdurasi 1 menit, pihak yang menyebut diri sebagai Hacktivist 1435 itu menyampaikan ancaman menggunakan bahasa Inggris dan diterjemahkan dengan teks berbahasa Indonesia.
Di awal rekaman tersebut, terdengar satu narator berkata, “Dengan nama Allah, pesan untuk pemerintah Indonesia. Kami peretas dari Tentara Ansar Khilafah. Apa yang telah kamu lakukan kepada saudara-saudaraku?”
“Kami akan membalas semua yang telah Anda lakukan. Kami akan berjuang dan meneror Anda di dunia nyata dan dunia maya. Kami akan menyerang dan meneror Anda di dunia maya. Kami akan berbagi akun yang telah kami retas untuk saudara kami Ansar Khilafah untuk melanjutkan dakwah dan jihad,” bunyi video tersebut.
Meski begitu, baik pemerintah dan Polri hingga kini belum buka suara menanggapi video yang beredar tersebut.
Namun, dalam peringatan perjalanan bagi warganya, pemerintah Australia tetap menyatakan akan membatasi pergerakan para staf perwakilannya di Indonesia dan menerapkan pengetatan keamanan.
Kementerian Luar Negeri Australia juga menyarankan para warganya yang berencana pergi atau sedang berada di Indonesia untuk menghindari tempat-tempat yang bisa menjadi target serangan teroris seperti tempat ibadah, hotel, kelab malam, dan lokasi pariwisata yang kerap menjadi favorit turis asing.”Serangan teroris di Indonesia masih tetap tinggi. Serangan teror masih mungkin terjadi di mana saja dan kapan saja, termasuk di lokasi-lokasi yang kerap dikunjungi oleh warga asing,” kata Kemlu Australia.
Hingga berita ini diturunkan, CNNIndonesia.com belum mendapat tanggapan dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia mengenai apakah peringatan perjalanan itu dikeluarkan menyusul beredarnya ancaman teror dari video ISIS kepada pemerintah RI tersebut.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180823100145-113-324254/australia-indikasikan-ancaman-serangan-teroris-di-indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: