Cagub Edy Rahmayadi Jangan Bohongi Publik

Ketua Bidang Organisasi DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Ade Darmawan di Jakarta, Senin (4/6).
Ketua Bidang Organisasi DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Ade Darmawan di Jakarta, Senin (4/6).

 

SUMATRAPOS–Calon gubernur (cagub) Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dituntut buka-bukaan terkait keberangkatanya ke Tanah Suci Mekkah untuk menjalani ibadah umrah.

Pasalnya, informasi yang berkembang, Edy bukannya ibadah umrah melainkan pergi ke Malaysia untuk melakoni pengobatan atas penyakit berat yang dideritanya secara mendadak.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Bidang Organisasi DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Ade Darmawan di Jakarta, Senin (4/6).

“Tim pasangan Edy Ramahyadi- Musa Rajekshah janganlah bohongi publik Sumatera Utara,” tegas Ade.

Edy Rahmayadi dan istri menyatakan telah menjalankan ibadah umrah pada 17-25 Mei 2018. Namun setelah dilakukan penelitian terhadap sistem pemberian visa di Kedutaan Besar Saudi Arabia dengan mengecek nomor paspor dan nama depan yang bersangkutan ternyata tidak ada nama Edy Rahmayadi.

“Jadi tim calon pemimpin Sumatera Utara itu diduga telah berbohong kepada masyarakat luas. Kami minta warga Sumut berhati-hati dalam memilih calon gubernur,” ujar Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, terkait sistem pemberian visa masyarakat dapat mengecek melalui sistem online di linksĀ https://visa.mofa.gov.sa/visaservices/searchvisa

Bahkan Ade mengaku telah mendapatkan data bahwa Edy berangkat berobat ke Malaysia karena sakit stroke pada 21-26 Mei 2018 menggunakan pesawat nomor penerbangan MH 861 dan pulangnya menggunakan pesawat yang sama nomor penerbangan MH 864 nomor kursi tempat duduknya Nomor 1C.

“Saya tegaskan, janganlah berbohong kepada masyarakat. Dan memanfaatkan Baitullah yang suci untuk sesuatu yang tidak benar, menjadi tameng atas kebohongan,” katanya menambahkan.

Penjelasan Ade itu merespon pernyataan tim Edy-Musa yang meminta agar orang yang menyebar isu bahwa Edy sakit stroke itu bertobat.

“Pernyataan itu yang membuat kami dan masyarakat Sumut terpanggil untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya, bahwa Edy dan istri berobat ke Malaysia, tidak melaksanakan umrah,” kata Ade.

Ade yang juga pemilik travel biro perjalanan haji dan umrah PT Arrahman Berkah Wisata ini menambahkan, dalam grup WA sesama pengusaha travel se-Sumatera Utara telah menantang siapa berani yang mengku memberangkatkan Edy Rahmayadi.

“Tidak ada anggota grup WA travel yang berani mengakui telah memberangkatkan Edy Rahmayadi ke Saudi Arabia,” ucap Ade.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi sehat menyusul kabar serangan stroke yang dialaminya beredar di media sosial.

Edy mengatakan, dia baru pulang menunaikan umrah bersama istrinya, Nawal Lubis.

Hal inilah yang membuat dirinya tak muncul di publik beberapa waktu lalu. Edy pun mengajak semua pihak untuk menghindari fitnah, terutama pada bulan Ramadan ini.

Meski demikian, Edy mengaku tidak akan mempersoalkan pihak yang sengaja menyebar isu tersebut. Edy hanya mendoakan oknum-oknum itu segera bertobat.

“Ini bulan puasa. Buatlah yang baik-baik saja. Untuk menang tentu tidak harus menghalalkan semua cara sampai menfitnah orang. Saya pesankan agar yang menfitnah itu segeralah bertobat,” ujar Edy.

 

SUMATRAPOS/B ARTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: