Caleg PDI Perjuangan Selenggarakan Bakti Sosial Layanan Kesehatan Gratis

Caleg PDI-P, Tigor Doris Sitorus Besama Dengan Warga Dalam Mengadakan Kegiatan Bakti Sosial (Foto: Hen)
Caleg PDI-P, Tigor Doris Sitorus Besama Dengan Warga Dalam Mengadakan Kegiatan Bakti Sosial (Foto: Hen)
SUMATRAPOS.COM — Banyak cara digunakan para calon legislatif (caleg) menarik simpatik masyarakat, diantaranya menyelenggarakan kegiatan bakti sosial periksa kesehatan dan pengobatan gratis. Misalnya seperti yang dibuat caleg PDI Perjuangan provinsi Jawa Barat Dapil Kota Bekasi dan Depok, Tigor Doris Sitorus, di Perumahan Harapan Baru 2 Kota Baru, Kota Bekasi, minggu (25/11).
Berdasarkan pantauan di lokasi sebelum melaksanakan bakti sosial warga diajak mengikuti senam jasmani minggu pagi, kemudian pukul 08:00 WIB warga mulai antre mendapatkan kupon untuk dapat mengikuti pelayanan kesehatan.
Caleg PDI Perjuangan Tigor Doris Sitorus mengatakan, bakti sosial ini bertujuan mengedukasi dan mengadvokasi warga yang sakit. Layanan kesehatan ini juga mengarahkan warga supaya menjalankan pola hidup sehat.
Bakti sosial ini adalah program rutin dari Baguna DPP PDI Perjuangan untuk melayani masyarakat sesuai arahan Ibu Ketua Umum, Megawati Soekarno Putri.
Oleh karena itu memang perlu jemput bola untuk memeriksa kesehatan warga supaya kondisi kesehatan mereka dapat dipantau.
“Tadi banyak usia mereka diatas 60 tahun memang kondisi itu sudah banyak yang asam urat dan hipertensi. Jadi supaya tidak mengarah ke gejala stroke, mereka harus jaga pola makan dan olahraga yang cukup,” kata Tigor usai acara.
Tigor menjelaskan bakti sosial ini melayani periksa gula darah, asam urat, tensi darah yang melibatkan tokoh masyarakat, RT, RW dan 500 warga. Serta 3 orang Dokter, 3 perawat, 3 apoteker dan obat-obatan. Tim tidak melakukan pemeriksaan secara ekstrim atau diagonosa penyakit berat, tim hanya memberikan layanan kesehatan biasa saja.
“Misalnya yang darah tinggi kita kasih penurun darah tinggi kalau darah rendah kita kasih untuk menaikan tensi darahnya, sama halnya dengan penyakit asam urat dan gula darah,” ujar Tigor.
Tigor memaparkan pemerintah telah menganggarkan sebesar 20% dari APBN atau Rp 200 triliun untuk kesehatan dalam berbagai layanan seperti KIS dan lainnya. Sehingga masyarakat harus tahu bahwa program kesehatan di era Presiden Joko Widodo pro pada rakyat dan tepat sasaran.
“Di era bapak Jokowi pembangunan infrastruktur dan pembangunan Sumber daya Manusia harus berjalan simetris khususnya kesehatan,”jelasnya.
Terakhir Tigor mengungkapkan kuota KIS hanya 400 ribu untuk seluruh Indonesia, karena itu ia berharap supaya masyarakat Bekasi yang tidak mampu dan semestinya mendapat kartu sehat dapat melaporkan ke RT dan RW.
“Jadi semua orang yang tidak mampu atau ekonomi menengah ke bawah itu diutamakan dulu untuk dapat kartu sehat.” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: