Selasa, Oktober 15

Cara Pintar Kapolres Tapanuli Utara Dinginkan Suhu Politik

Bagikan
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen. (foto:humas)

Sumatrapos.com, Jakarta – Menjadi prajurit Bhayangkara tentu bukan pekerjaan mudah yang dapat dilakukan semua orang, penuh tanggung jawab, resiko serta dituntut mengayomi masyarakat karena terikat sumpah Tribrata dan Catur Prasetya. Tanggung jawab itu harus dilaksanakan dalam segala situasi termasuk mengawal tahapan pengamanan Pemilu Serentak 2019 dan Pemilukada.

Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Horas Marasi Silaen, dalam wawancaranya dengan sumatrapos.com menyatakan sebagai prajurit Bhayangkara ia siap mengemban tanggung jawab itu. Ia mengatakan siap bertugas memelihara keamanan dan ketertiban pelaksanaan pemilu supaya berlangsung aman dan lancar, serta melaksanakan penegakan hukum jika terjadi tindak pidana pemilu.

“Polres Taput melakukan pengamanan pada setiap tahapan Pemilu.” Kata Horas, Rabu (12/6).

Horas menjelaskan, Polri sebagai garda terdepan keamananan dan ketertiban memiliki tiga fungsi yaitu preemtif, preventif dan represif bila terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang pemilu dan tindak pidana umum lainnya. Tiga fungsi itu merupakan amanat undang-undang No.02 Tahun 2002 tentang fungsi Polri pada Pemilu Serentak.

“Preemtif seperti melakukan kegiatan Warung Bercerita, Door to Door System, Binluh, Pembagian Sembako, Kegiatan Ibadah bersama dengan masyarakat di tempat-tempat ibadah. Preventif seperti Patroli Dialogis ke lokasi yang dianggap rawan.” ujar Horas.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen Berikan Santunan Anak Yatim. (foto:humas)

 

Dinginkan Suhu Politik

Seperti yang publik ketahui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pimilukada) Taput 2018 sempat memanas karena salah satu pihak tidak menerima kekalahan. Bahkan kantor KPUD Taput dikepung dan dirusak massa salah satu pendukung calon bupati. Menanggapi hal itu Horas menceritakan Pilkada Taput diikuti oleh 3 (tiga) calon yaitu Petahana Nikson Nababan & Sarlandy Hutabarat, Chrismanto Lumbantobing & Hotma P. Hutasoit dan Jonius Taripar Hutabarat & Frenky Simanjuntak.

Sejak awal tahapan Pemilukada Polres Taput telah mematangkan strategi dengan membentuk Satgas Operasi Mantap Praja yang bertugas untuk melakukan pengamanan, deteksi dini dan peringatan dini. Kemudian Satgas Nusantara untuk mendinginkan situasi politik terhadap kampanye hitam dan kampanye negatif, serta Satgas Anti Money Politik guna menekan beredarnya politik uang.

Menjelang tahapan pemungutan suara situasi politik semakin memanas dengan semakin banyaknya beredar kampanye hitam dan kampanye negatif di group facebook.

“Polres Taput tetap melakukan pendekatan Dialog terhadap masing-masing Paslon serta pendukungnya untuk tetap menjaga kondusifnya situasi Kamtibmas.” Ucapnya.

Sesaat setelah selesai pemungutan suara, Lanjut Horas, terjadi pergerakan massa karena beredarnya isu ditemukannya kotak suara kosong di Kantor PPK Kecamatan Siborong-borong.
Mendengar situasi itu ia memerintahkan untuk segera dilakukan penyelidikan terhadap isu tersebut, namun isu tersebut cepat menyebar yang menjadi penyebab Kantor KPUD Kab. Taput dikepung massa.

Kemudian massa bergerak ke kantor Panwaslu dan menilai Panwaslu tidak profesional sebagai pengawas Pilkada Taput sehingga massa melakukan aksi anarkis dengan merusak kantor Panwaslu dan mengakibatkan jatuhnya korban luka dari anggota Polri akibat lemparan batu serta lumpuhnya arus lalu lintas Tarutung – Siborongborong.

Karena peristiwa anarkis itu, Horas selaku Kapolres Taput dianggap terlalu lemah dan lambat dalam menangani aksi massa yang terjadi di KPUD dan Panwaslu Kab. Taput. Namun ia membantah hal itu, Polri tetap menggunakan prinsip kehati-hatian.

“analogi dalam penanganan bisul, saya lebih memilih penanganan dengan Soft Power dimana Bisul dibiarkan sampai matang hingga pecah dengan sendirinya sehingga tumpahan cairan bisul tersebut tidak melebar. Saya menolak penanganan dengan Hard Power dimana Bisul dipaksa untuk pecah sehingga tumpahan cairan bisul tersebut tersebar dengan tidak terprediksi.” Katanya.

Dengan tidak adanya korban jiwa dari massa aksi pada saat peristiwa tersebut ia merasakan suatu keberhasilan dibuktikan dengan banyaknya dukungan elemen masyarakat kepada Polri khususnya Polres Taput.

“Dalam penanganan aksi anarkis tersebut Polri perlu menggunakan konsep Lose to Win dan bukan Win to Lose karena dengan konsep Lose to Win Polri dapat memenangkan dukungan dan simpati masyarakat.” Tandasnya. (hk/spo)

 

Kapolres Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) AKBP Horas Marasi  Silaen. (Sumatra Pos/Hen)
Kapolres Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) AKBP Horas Marasi  Silaen.

Profil

NAMA : HORAS MARASI SILAEN, S.Psi, M.Psi

PANGKAT : AJUN KOMISARIS BESAR POLISI

JABATAN : KAPOLRES TAPANULI UTARA

RIWAYAT JABATAN :
1. PAMA POLDA RIAU 2001
2. PAMA POLDA SULUT 2002
3. PAMIN SUBBAG PSI PERS POLDA SULUT 2003
4. PS. KASUBBAG PSI POL BAG PSI RO PERS POLDA SULUT 2003
5. KASUBBAG PSI PERS BAG PSI POLDA SULUT 2006
6. PAMA BIRO PSI DE SDM POLRI 2007
7. KAUR PSI PERUMKIT RO PSI SDE SDM POLRI 2008
8. PAMA POLDA JATIM 2009
9. PS. KASUBBAG PSI PERS BAG PSI RO PERUMKIT POLDA JATIM 2009
10. KASUBBAG PSI PERS BAG PSI RO PERS POLDA JATIM 2010
11. KASUBBAG PSI PERS BAG PSI RO SDM POLDA JATIM 2011
12. PAMEN POLDA JAMBI 2011
13. KABAG PSI RO SDM POLDA JAMBI 2011
14. PAMEN POLDA JAMBI (DIK SESPIMMEN) 2013
15. PS. KABAG PSI RO SDM POLDA KEPRI 2014
16. KABAG PSI RO SDM POLDA SUMUT 2014
17. KAPOLRES TAPANULI UTARA POLDA SUMUT 2017 s/d SEKARANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: