Cukai Rokok Elektrik Menambah Pendapatan Negara

Rokok elektrik (Vape)
Rokok elektrik (Vape)
SUMATRAPOS.COM–Vape atau rokok elektrik merupakan salah satu inovasi perkembangan teknologi yang timbul akibat dari pergeseran selera masyarakat atas rokok konvensional. Rokok elektrik ini mulai berkembang pada tahun 2013 kemudian jadi tren dan menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia.
Rokok jenis baru ini memiliki banyak bentuk dan ukuran, terdiri dari 2 bagian terpisah yaitu mesin (alat) vape dan cairan vape. Alat vape memiliki tiga komponen utama yaitu baterai, elemen pemanas dan tabung untuk cairan vape. Sedangkan cairan vape umumnya mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa seperti buah-buahan dan cokelat.
Penggunaan rokok elektrik ini dinyatakan dapat mengurangi kecanduan atas rokok konvensional karena kandungan nikotinnya yang lebih rendah daripada rokok biasa, bahkan penggunaannya dapat membuat perokok berhenti merokok
Jumlah pengguna rokok elektrik yang terus meningkat memberikan dampak mulai ramainya impor mesin vape dan cairannya. Mesin vape merupakan benda yang sepenuhnya baru sehingga masih belum ditentukan berapa persen besaran bea masuk impornya. Hal inilah yang mendorong pemerintah Indonesia untuk segera melakukan tindakan atas peredaran rokok elektrik yang semakin marak di pasaran.
Kementerian Keuangan, Kesehatan dan Perdagangan kemudian bersinergi melakukan analisis produk dan potensi pasar di Indonesia, hingga akhirnya terbitlah Peraturan Menteri Keuangan No 146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, yang didalamnya menyatakan bahwa cairan rokok elektrik dikenakan Cukai sebesar 57%.
Sesuai dengan Undang-Undang Cukai No. 11 tahun 1995 dan diperbaharui dengan UU no 39 tahun 2007, barang yang masuk kedalam kategori Barang Kena Cukai (BKC) adalah barang yang memiliki karakteristik yaitu konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan. Atas dasar keempat karakteristik tersebut maka cairan vape yang mengandung nikotin dianggap memenuhi karakteristik Barang Kena Cukai (BKC).
Pelaksana Pemeriksa IIIA Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Ayu Ria Sirviany Purnama Sari, mengatakan sebagai instansi pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi pengawasan atas barang yang masuk dan keluar dari wilayah kepabeanan Indonesia, mendapatkan tanggung jawab dalam implementasi peraturan baru ini. Tanggung jawab tersebut meliputi pembebanan cukai cairan vape, pengawasan dan pembebanan bea masuk impor alat vape dan pengawasan atas peredaran cairan vape yang tidak menggunakan pita cukai resmi.
Peraturan ini berlaku mulai 1 Juli 2018 namun DJBC memberikan waktu tenggat hingga 1 Oktober 2018 sebagai masa relaksasi (masa adaptasi) peraturan, sembari gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat atas peraturan terbaru ini. Setelah 1 Oktober 2018, untuk cairan vape yang diproduksi setelah tanggal 1 Juli 2018 tetapi tidak memiliki pita cukai, maka akan dilakukan penindakan atas barang tersebut
“Melihat pangsa pasar yang semakin tinggi atas konsumsi vape di Indonesia, tahun depan diproyeksikan akan ada penambahan pendapatan negara hingga sebesar Rp2 Triliun. Belum lagi penambahan pendapatan bea masuk dari impor alat vape yang saat ini sudah ditetapkan klasifikasi barangnya.” Kata Ayu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (09/10/2018).
Penerimaan jenis cukai baru ini masuk ke dalam kategori Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) yaitu sebesar 57% dari Harga Jual Eceran (HJE). Menurut Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, nilai 57% ini dinilai masih wajar mengacu pada Pasal 5 UU Cukai Nomor 39 Tahun 2007. Kebijakan tarif cukai vape ini juga didukung oleh Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek yang merasa tarif tersebut dinilai setimpal dengan efek kesehatan yang diterima oleh konsumennya, sehingga ia tidak ingin vape beredar secara bebas, tanpa ada konsekuensi.   (HK/SPO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: