Minggu, Juli 21

Dandim 0210/TU Cegah Potensi Konflik Pemilu di Tapanuli Raya

Dandim 0210/TU Letkol Inf Rico J Siagian ketika memantau persiapan pasukan pengamanan tahapan pemilu di Tapanuli Raya. (hk/spo)

Sumatrapos.com, Tapanuli – Menjaga pertahanan negara dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika  merupakan kewajiban yang diemban seluruh prajurit TNI sesuai Saptamarga dan Sumpah Prajurit. Sebagai garda terdepan dalam pertahanan negara, prajurit TNI ditugaskan membela kejujuran, kebenaran dan keadilan. Prajurit TNI juga mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas, serta senantiasa siap sedia berbakti kepada negara dan bangsa.

Dandim 0210/TU Letkol Inf, Rico J Siagian, mengatakan prajurit TNI selalu siap melaksanakan tugas dalam situasi apapun termasuk mengawal tahapan Pemilu Serentak 2019 dan Pemilukada.

Sebagai Komandan Distrik Militer( Dandim) 0210/TU yang mencukup empat kabupaten di Tapanuli Raya ia mengatakan, seluruh prajurit  ditugaskan mengawal dan mengamankan situasi dari tingkat TPS, KPPS hingga propinsi. Pengamanan juga dilakukan di kantor KPUD, Panwaslu dan kantor-kantor pemerintahan.

“Saya bersyukur tahapan Pemilu Serentak dan Pemilukada di Tapanuli Raya berlangsung dengan aman dan tertib.” kata Letkol Inf Rico J Siagian kepada sumatrapos.com dalam pesan elektroniknya, Sabtu (22/6).

Ia menjelaskan proses pengamanan Pemilu tidak terlepas kerjasama yang baik antara TNI, Polri dan penyelenggara pemilu. TNI bersama Polri terus memantau situasi masa kampanye, pencoblosan hingga pasca pemilu sehingga potensi konflik dapat dicegah sedini mungkin (langkah preventif).

TNI dan Polri juga melakukan pendekatan persuasif dengan membuka dialog pada masyarakat supaya tidak fanatik berlebihan mendukung salah satu calon presiden maupun calon legislatif (caleg). Menurut Letkol Inf Rico J Siagian  sikap fanatik berlebihan dapat menimbulkan potensi kerusuhan jika salah satu kandidat yang didukungnya kalah.

Membuka dialog Bersama Tokoh masyarakat dan adat sejak awal hingga pasca pemilu.

“Pendekatan yang coba kita lakukan dengan dialog pada masyarakat, alhasil masyarakat mengerti dan memahami bahwa pesta demokrasi ialah bagian dalam membangun bingkai NKRI.” ujarnya.

Letkol Inf Rico J Siagian merasa bersyukur ditugaskan di wilayah yang mayoritas karakteristik masyarakatnya sama (homogen) yakni Suku Batak yang menganut agama Protestan seperti di Tapanuli Raya. Sebagian besar masyarakat atau 95 % dari DPT memilih pasangan nomor urut 1 Jokowi-Amin sedangkan pasangan Prabowo-Sandi sekitar 5 %.  Oleh karena itu maka peluang terjadinya konflik di Tapanuli Raya cenderung tidak ada karena masih terikat adat, kearifan lokal dan kekerabatan.

Fokus pada Pertahanan dan Keamanan

Letkol INF Rico J Siagian tidak menepis jika dalam tahapan Pemilu Serentak dan Pemilukada ada pihak-pihak yang mencoba melakukan pelanggaran pemilu seperti politik uang dan kampanye hitam. Namun TNI dan Polri tetap bersikap netral dan menyerahkan pelanggaran pemilu pada KPU dan Panwaslu, jika ditemukan tindakan pidana maka pihak Polri yang akan memproses.

TNI, Polri dan Kejaksaan juga tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu) yaitu sebuah satgas penegakan hukum yang dibentuk untuk memantau pelanggaran pemilu. Dalam satgas ini  TNI bertugas  memantau gerakan-gerakan yang mencurigakan yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara.

“Kita selalu memonitor gerakan-gerakan mencurigakan yang dapat membahayakan keutuhan  NKRI baik dilapangan maupun sosial media. Jika terjadi pelanggaran hukum kita serahkan pada Polri.” tandasnya.

Koordinasi dengan pemerintah daerah salah satu kunci suksesnya pemilu yang tertib dan aman. (hk/spo)

Sekilas tentang Dandim 0210/TU Letkol Inf Rico J Siagian:

Letkol Inf Rico J Siagian lahir di Bogor tanggal 11 Juli 1974, saat ini menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 0210/TU yang meliputi Tapanuli Raya yaitu kab. Tapanuli Utara, Toba Samosir, Humbang Hasudungan dan Samosir.

Letkol Inf Rico J Siagian lulus Akademi Militer pada tahun 1997, ia juga menempuh pendidikan sarjana di sebuah universitas ternama dan  lulus dengan gelar sarjana sosial (S.sos).

Pria berdarah Batak ini juga mendapat banyak penghargaan sepanjang karirnya jadi prajurit TNI diantaranya SL. Seroja, SL.Dharma Nusa, dll.  (hk/spo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: