Dua Kali Mangkir, KPK Diminta Jemput Paksa Dirut Pertamina

Dirut Pertamina Nicke Widyawati

SUMATRAPOS.COM–Sekjen Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Tri Sasono sesalkan sikap Dirut Pertamina Nicke Widyawati yang dua kali mangkir dipanggil KPK untuk dimintai keterangan  dalam kasus pengaturan proyek PLTU Riau 2.

Tri mengatakan, Nicke seharusnya koperatif terhadap panggilan KPK jika memang ia merasa tidak terlibat dalam kasus tersebut.

“Ini Dirut Pertamina mangkir terus di panggil KPK, tidak boleh mangkir dong harus mau diperiksa, nanti kalau dijemput paksa bagaimana,” kata Tri dalam keterangan elektroniknya, Minggu (16/9).

Tri menjelaskan, Dirut PLN Sofyan Basyir saja patuh saat di panggil KPK untuk diminta keterangan yang notabene sebenar sangat jauh keterlibatan, bahkan rumah dan ruangan kerjanya digeledah oleh penyidik.

“ini ada apa ini kok Nicke malah mangkir terus,” ujar Tri.

Tri menduga Nicke terlibat dalam kasus korupsi tersebut karena posisi Dirut Pertamina langsung memiliki keterlibatan dengan Pengadaan Proyek strategis.

“Jadi kalau Nicke mangkir lagi KPK langsung aja jemput paksa untuk diperiksa kayak setnov yang dijemput paksa ,apalagi sudah dua Kali di panggil KPK mangkir dua Kali,” tegas Tri.

Karen Itu Tri mengimbau KPK jangan memberikan keistimewaan pada Nicke, jika perlu yang bersangkutan cepat di jemput paksa supaya kasus ini terang benderang.

“Kalau ada indikasi kuat cepat KPK tersangkakan Nicke dan tahan segera supaya Pertamina posisi dirutnya bisa di isi oleh orang yang lebih kapable,” tandasnya. (hk/spo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: