Minggu, Juni 16

GMNI Harap Jokowi dan Probowo  Bersilaturahmi

Halal Bi Halal, peringatan 118 Tahun Lahirnya DR (HC) Ir. Soekarno dan
Haul ke-6 Wafatnya HM. DR (HC) HM. Taufiq Kiemas, di Kantor GMNI, Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (8/6). (HK/SPO)

Sumatrapos.com, Jakarta – Persatuan Alumni GMNI menyelenggarakan acara Halal Bi Halal, peringatan 118 Tahun Lahirnya DR (HC) Ir. Soekarno dan
Haul ke-6 Wafatnya HM. DR (HC) HM. Taufiq Kiemas, di Kantor GMNI, Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (8/6). Acara dimulai dengan sholat maghrib berjamaah dan membacakan surat yasin untuk almarhum HM Taufiq Kiemas.

Hadir dalam acara halal bi halal  mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Mantan Ketua KPK Antasari Azhar, tokoh Golkar Theo L. Sambuaga, adik mendiang Taufik Kiemas, Heri Kiemas dan Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah.

Basarah mengatakan halal bihalal mengajak  mengenang perjuangan kedua tokoh bangsa itu, sekaligus mengajak Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk rekonsiliasi nasional pasca Pilpres 2019.

“Sebagai dua tokoh besar bangsa, terlebih lagi sebagai dua umat Islam, saya pikir Jokowi dan Prabowo perlu bersilaturahmi,” kata Ahmad Basarah di Gedung DPP PA GMNI

Menurut Basarah, Jokowi dan Prabowo adalah simbol dari persatuan hingga ketegangan yang terjadi di masyarakat, sehingga mereka perlu bersilaturahmi untuk mengembalikan suasana keharmonisan persatuan.

“Hendaknya halalbihalal itu menyatukan persaudaraan Indonesia, di mana cita-cita Bung Karno sejak muda selalu memperjuangkan semangat nasionalisme artinya persatuan indonesia. Nasionalisme ideologi yang menjadi dasar Pancasila yaitu persatuan Indonesia,” jelas Basarah.

“Kemudian dilanjutkan dalam praktik kehidupan berbangsa bernegara yang dilaksanakan oleh almarhum haji Muhammad Taufiq Kiemas yang kita kenal sebagai tokoh lintas ideologi, lintas partai politik, lintas generasi, bahkan lintas aliran,” lanjutnya.

Basarah yakin, dengan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo maka suasana tegang di masyarakat akan lebih tenang. Terlebih di suasana Idulfitri ini, maka akan lebih memberikan efek mendalam untuk mempersatukan.

“Hikmah peringatan ini kita harapan muncul tokoh baru seperti Haji Muhammad Taufiq Kiemas yang dapat menyatukan segala perbedaan yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Apakah itu ideologi, agama, parpol, atau pandangan, dan sebagainya,” Basarah menandaskan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: