H-5 Lebaran, 15 Sopir Bus Dilarang Bawa Pemudik

Ilustrasi (Foto: swarnanews)
Ilustrasi (Foto: swarnanews)

 

 

SUMATRAPOS–Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno menegaskan, pihaknya memasang persyaratan tinggi untuk pengemudi bus. Pengemudi tidak boleh dalam keadaan pengaruh alkohol, narkotika, memiliki kadar gula tinggi, dan tidak boleh bertensi darah tinggi.

Pengemudi bus akan dinyatakan tidak sehat, jika melanggar persyaratan itu. Mereka juga tidak boleh membawa pemudik.

“Alhamdulillah pengguna miras dan narkoba sampai saat ini tidak ada. Nol laporannya. Tapi masih banyak yang mengalami tensi tinggi, gula darah tinggi,” kata Sandi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Minggu (10/6).

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sebanyak 15 pengemudi dinyatakan tidak sehat. Mereka memiliki tensi darah dan kadar gula tinggi.

Sopir yang tidak sehat akan digantikan dengan sopir pengganti. Pemprov DKI telah menyiapkan sopir cadangan sebanyak 100 orang. Sopir itu juga akan menjalankan tes kesehatan.

“Jangan sampai kita mengalami kecelakaan karena kondisi kesehatan dari pengemudi, sopir cadangan, dan awak-awak bus lainnya tidak sehat,” ungkapnya.

Pemprov DKI memberi kesempatan kepada seluruh pengemudi untuk mengonsumsi obat. Bila dengan itu para pengemudi sehat, mereka diizinkan berangkat.

“Ada yang lolos bersyarat dan dia harus mengonsumsi obat dan istirahat. Kalau bisa sembuh maka boleh jalan. Kalau tidak bisa, ya enggak boleh,” pungkasnya.

 

SUMATRAPOS/B ARTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: