Jelang Pencoblosan Pilkada Sulsel, Elektabilitas Agus-Tanribali Tertinggi

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang-Tanribali Lamo. (Sumatra Pos/ B Arto)
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo. (Sumatra Pos/ B Arto)
SUMATRAPOS–Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (AAN-TBL) memiliki elektabilitas tertinggi dari tiga pasangan lain yang bertarung pada Pilgub Sulawesi Selatan 2018.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Suara Sulawesi Selatan (LSS-Sulsel) yang dilakukan pada 17-23 Juni 2018. Survei ini dilakukan terhadap 2.355 responden yang tersebar di 24 kabupaten/kota seluruh Sulawesi Selatan.
Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo memiliki elektabilitas tertinggi dari tiga pasangan lain yang bertarung pada Pilgub Sulawesi Selatan 2018.
Agus-Tanribali memperoleh elektabilitas sebesar 33,8 persen, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS)  26,7 persen, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) 17,4 persen dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 16,2 persen.
“Pengambilan sampel survei menggunakan metode mulltistage random sampling yang didasarkan pada jumlah populasi pemilih tetap di Pilkada Sulsel sejumlah 6.022.987 pemilih,” kata Direktur Eksekutif LSS-Sulsel, Firmansyah melalui siaran elektroniknya, Minggu (24/6).
Firmansyah menuturkan, survei ini memiliki margin of error sekitar 2.02 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simulasi pencoblosan kartu suara.
Dalam Pilgub Sulsel 2018, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman diusung oleh PDIP, PAN, dan PKS. Pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar diusung oleh Golkar, Nasdem, Hanura, PKB, dan PKPI.
Kemudian Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar maju lewat jalur independen dengan dukungan 501.046 orang. Sementara pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanri Balilamo diusung oleh Gerindra, PPP, dan PBB.
Menurut Firmansyah, tingginya elektabilitas Agus-Tanribali karena pasangan itu memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat kepercayaan publik Sulawesi Selatan akan kompetensi dan Istiqomahnya.
“Publik Sulsel menyakini Agus-Tanribali mampu merealisasikan janji–janji kampanyenya,” ujar Firmansyah.
Meski demikian, kata Firmansyah, pasangan Agus-Tanribali diingatkan tidak boleh terlena, karena segala cara akan dilakukan oleh pasangan calon lain yang menjadi kompetitor mereka.
Berdasarkan hasil survei LSS-Sulsel juga diketahui ada pemilik suara yang tidak melakukan pencoblosan kartu suara sebanyak 5,9 persen.
“Artinya sudah dipastikan pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo akan memimpin Sulawesi Selatan karena selisih jauh dengan ketiga pasangan lainnya,” terang Firmansyah.
Agus-Tanribali dinilai sebagai pasangan yang jujur dan bersih dari korupsi dan amanah oleh masyarakat Sulsel.
“Masyarakat Sulsel sendiri tidak ingin beli kucing dalam karung. Karena ketiga paslon lainnya belum punya pengalaman dan bukti dalam memimpin Sulawesi Selatan,” terang Firmansyah.
Tingginya tingkat elektabilitas Agus-Tanribali juga tak lepas kinerja Agus selama mendampingi Syahrul Yasin Limpo selama dua periode, dimana perekonomi Sulawesi Selatan tumbuh lebih tinggi dibandingkan perekonomian nasional serta pesatnya pembangunan infrastruktur serta terjadinya surplus hasil hasil pertanian di Sulawesi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: