Jokowi Watch Menduga Ada Politik Uang di Pilkada Taput

 

Politik Uang (Foto: tempo.co.id)

 

SUMATRAPOS – Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris, menduga ada praktek politik uang  (money politic) yang dilakukan secara masif oleh salah satu kandidat calon bupati Tapanuli Utara untuk memenangkan pemilihan kepala daerah. Tigor mengatakan berdasarkan laporan dari masyarakat ada praktek bagi-bagi uang kepada pemilih sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 250 sebagai uang pangkal untuk memilih salah satu cabup.

“Salah satu cabup menggunakan politik uang untuk memenangkan Pilkada Taput, ini cara tidak benar, masyarakat jangan mau dibeli hak suaranya,” kata Tigor, Senin (4/6).

Tigor menjelaskan  uang yang dibagikan tersebut berasal dari salah satu kandidat cabup dan pengusaha dari Jakarta.

“Modus mereka membentuk kelompok-kelompok untuk mengumpulkan massa kemudian membagikan uang kepada pemilih, janji mereka satu suara pemilih dihargai Rp 500 ribu,” jelas Tigor.

Karena itu Tigor mendesak aparat kepolisian, KPUD dan Panwaslu agar pro aktif mencegah politik uang ini. Karena jika tidak maka Pilkada di Taput akan tercoreng sebagai Pilkada yang tidak transparan dan kotor. Bahkan parahnya lagi, jika cabup ini menang maka cabup tersebut dipastikan akan korupsi demi mengembalikan dana kampanye.

“Kita ingin Taput di pimpin oleh orang yang bersih dan baik, kita tidak ingin Taput di pimpin oleh orang yang akan menguras uang rakyat,” tegas Tigor.

Jokowi Watch berharap agar Kapolda Sumatra Utara dan Kapolres Taput  bisa mencegah dan mengawasi praktek politik uang ini.

“Saya sudah hubungi Kapolri dan meminta kepada beliau agar Kapolda Sumut dan Kapolres Taput bisa mengawasi wilayahnya dalam perhelatan Pilkada Taput.” Tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: