Selasa, Oktober 15

Kejaksaan Agung Diminta Tuntaskan Kasus Korupsi Pipanisasi Tanjung Jabung Barat

Bagikan
Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris. (Foto: sumatrapos.com)
Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris. (Foto: sumatrapos.com)

Sumatrapos.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Jokowi Watch Tigor Doris Sitorus kembali menyoroti kasus korupsi
proyek pipanisasi pembangunan air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun anggaran 2009-2010 yang diduga merugikan negara Rp 180 miliar. Dalam kasus ini telah ditetapkan beberapa orang terdakwa diantaranya mantan Kepala Dinas PU Tanjung Jabung Barat Hendri Sastra yang divonis 2,5 tahun penjara.

Tigor mengatakan kasus bermula ketika Pemkab Tanjung Jabung Barat memenangkan perusahaan Syarif Fasha sebagai pelaksana proyek dengan total anggaran Rp 500 milliar. Ia menduga telah terjadi markup harga  yang diduga dilakukan oleh pejabat dan pemenang sebelum pelaksanaan proyek. Parahnya lagi berdasarkan temuan Jokowi Watch kualitas pipa yang diberikan under spesifikasi tidak sesuai dengan kualitas.

Kasus ini kemudian ditangani Kejaksaan Agung, Tim Penyelidik Satgassus P3TPK Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) juga telah mengirimkan surat kepada Syarif Fasha untuk diperiksa sebagai pelaksana proyek pipanisasi pembangunan air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun anggaran 2009-2010. Namun yang bersangkutan tidak hadir memenuhi panggilan tersebut.

“Saya mempertanyakan kelanjutan kasus  ini, mengapa yang sudah dipanggil oleh Kejaksaan kemudian tidak ditindaklanjuti lagi, ini ada apa ?,” Kata Tigor di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Tigor mengungkapkan seharusnya Kejaksaan Agung memberikan keterangan ke publik tentang kelanjutan pemanggilan tersebut sehingga tidak ada kecurigaan kepada aparat penegak hukum.

“Jika memang yang bersangkutan tidak terlibat kasus korupsi umumkan kepada publik.” tegas Tigor.

Untuk itu Jokowi Watch berharap supaya kasus ini dapat tuntas di era M.Prasetyo sehingga tidak lagi dibuka oleh penggantinya sebab kasus ini sudah hampir 9 tahun bergulir.

“Saya yakin kasus ini bukan hanya mereka yang telah dijatuhi hukuman yang terlibat tapi ada aktor intelektual lainnya.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: