Selasa, Oktober 15

Kabupaten Tobasa Perlu Perubahan

Bagikan
Keindahan Alam Yang Disajikan Juga Siap Memanjakan Mata
Keindahan Alam Danau Toba (Sumatra Pos)

Sumatrapos.com, Jakarta – Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) sejak dimekarkan tahun 1999 belum ada perubahan yang signifikan baik dibidang infrastruktur dan sumber daya manusia. Padahal Tobasa adalah wilayah yang memiliki banyak potensi ekonomi seperti wisata Danau Toba, pertanian dan sumber daya alam. Demikian disampaikan Tokoh Muda Tobasa Tigor Doris Sitorus dalam acara diskusi internal “Tobasa Butuh Perubahan” di Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

Tigor menyesalkan selama 19 tahun  infrastruktur di Tobasa terkesan lambat, jalan di daerah belum banyak yang dibangun sehingga akses menuju kawasan ekonomi di Tobasa terhambat dan masyarakat membutuhkan waktu relatif lama karena tidak dapat dilalui kendaraan. Sama hal dengan pembangunan irigasi, pemerintah daerah belum maksimal membangun saluran irigasi untuk memaksimalkan hasil pertanian, padahal  mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani.

Kemudian potensi wisata Danau Toba, lanjut Tigor, Kepala Daerah kurang memahami mengelolah wisata  yang mampu mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara. Seharusnya kepala daerah membuat acara nasional dan internasional sebagai daya tarik wisatawan ke danau terbesar di Asia tersebut.

Dibidang sumber daya alam justru lebih miris lagi, masyarakat Tobasa belum menikmati hasil kekayaan alam yang dimilikinya padahal  ada dua perusahaan besar yaitu PT Inalum (Pemiliki 51 persen saham Freeport)  dan PT Toba Pulp Lestari penyumbang terbesar pendapatan asli daerah (PAD).

“Kabupaten Tobasa sejak dimekarkan tahun 1999 belum ada perubahan yang signifikan untuk kesejahteraan masyarakat. Kepala daerah sibuk memperkaya diri sendiri dan kroni-kroninya. Bahkan sudah beberapa  kali Bupati Tobasa terjerat kasus korupsi.” Kata Tigor kepada awak media.

Tigor menuturkan, Kabupaten Tobasa butuh perubahan secara total di semua bidang untuk mensejahterakan  masyarakat.  Perubahan itu harus dimulai dari kepala daerah sebagai pembuat kebijakan  dan mengelolah  anggaran. Kepala daerah harus mampu jadi solusi terhadap semua persoalan di Tobasa.

Menurut Tigor kegagalan pembangunan Tobasa selama ini karena figur kepemimpinan  hasil pradigma lama yaitu memanfaatkan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri. Faktanya beberapa Bupati Tobasa terjerat kasus korupsi.

Kepala daerah  juga harus membaca potensi wilayah yaitu  masyarakat Tobasa yang mayoritas  Petani  harus diberikan penyuluhan dan subsidi hingga masa panen. Masyarakat juga harus diberikan pendidikan ekonomi kreatif untuk mengembangkan wisata Danau Toba sehingga mampu mengajak wisatawan lokal dan mancanegara.

Oleh karena itu Kabupaten Tobasa butuh sosok pemimpin yang berjiwa kepemimpinan, berkarakter, dan mapan secara ekonomi untuk membawa perubahan.

“Tobasa butuh pemimpin yang membawa perubahan, sosok pemimpin itu memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mapan secara ekonomi.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: