KAKI Menduga Sofyan Ba’asyir  Terlibat Dalam Kasus Korupsi PLTU Riau-1

 Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir.
Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir.

SUMATRAPOS.COM—Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) akan menyelenggarakan diskusi bersama press dengan judul “ Kenapa Sofyan Ba’asyir Kawannya Presiden Joko Widodo Tidak Dijadikan Tersangka Oleh KPK ?” di Room Hotel Borobudur Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (9/9/2018) pekan depan.

Diskusi ini akan membahas seputar OTT KPK kepada Eni Saragih dan Johannes Kotjo terkait pemberian suap proyek PLTU Riau-1 yang menyeret nama Menteri Sosial Idrus Marham yang  telah ditetapkan sebagai tersangka.

Koordinator KAKI Ahmad Fikri mengatakan, diskusi ini akan mengulas secara tajam mengapa KPK tidak menetapkan unsur BUMN dan Pemerintah sebagai tersangka, padahal  pada prinsipnya kejahatan korupsi selalu melibatkan empat  unsur penting, yang menjadi pemeran utamanya. Pertama, Partai Politik. Kedua,  unsur politisi DPR yang menjadi kepanjangan tangan dari Partai Politik. Ketiga, unsur pelaku usaha selaku pelaksana projek. Keempat, unsur pejabat pemerintah dan BUMN selaku pemegang otoritas atas projek projek pemerintah dan BUMN.

Dalam kasus korupsi di PLN, baru tiga unsur yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Pertama unsur  Parpol, yaitu Idrus Marham. Kedua unsur politisi Senayan, yaitu Enni Saragih. Ketiga, unsur pengusaha yaitu Johannes Kotjo. Pertanyaan kenapa unsur pejabat BUMN dan pejabat pemerintahan hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

“Kenapa Dirut PLN Sofyan Ba’asyir tidak ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka? Apakah kesaktian Sofyan Ba’asyir tersebut karena kedekatan nya dengan Joko Widodo sebagai teman dekatnya?,” kata Ahmad Fikri dalam keterangan elektroniknya, Jumat (31/8/2018).

“Dalam diskusi tersebut kami akan memaparkan sejumlah terkait dugaan keterlibatan Sofyan Ba’asyir dalam korupsi PLN tersebut.” Tambahnya.

Diskusi ini akan menghadirkan narasumber  Haris Rusly sebagai Aktivis Gerakan Mahasiswa 1998, Tri Sasono Sekjend. FSP BUMN Bersatu dan Tigor Doris Sitorus Direktur Jokowi Watch. Tampil sebagai moderator Arifin Nur Cahyo Ketua Umum KAKI. (Hen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: