Lelang Ulang Pembangunan Rumah Teleskop LAPAN Diduga Ada Permainan

Ilustrasi rumah teleskop bosscha
SUMATRAPOS.COM — Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) kembali menyoroti lelang ulang Pembangunan Rumah Teleskop Optik Utama beserta kelengkapannya, senilai Rp 31, 9 milliar tahun anggaran 2018 dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
KAKI menduga lelang ulang ini ada permainan antara kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Pokja yang meloloskan PT Sastra Mas Estetika dalam peringkat teknis. Padahal perusahaan tersebut tidak lolos kualifikasi pada lelang awal karena tidak dapat menghadirkan salah satu tenaga ahli.
“Dari awal memang kita pantau bahwa pihak Pokja dan PPK telah menjagokan salah satu perusahaan. Kita minta Kepala Lapan turun tangan menyelesaikan persoalan ini,” kata Achmad Abdullah Ketua Bidang Konstruksi KAKI, Kamis (1/11).
Menurut Achmad seharusnya PT Sastra Mas Estetika tidak layak untuk mengikuti lelang ulang karena sudah dianggap tidak memenuhi persyaratan, namun pihak panitia lelang tetap menyertakan perusahaan tersebut untuk ikut lelang. Anehnya, panitia lelang menetapkan perusahaan tersebut sebagai peringkat teknis bahkan perusahaan-perusahaan yang lolos pada lelang pertama tidak lolos.
“KAKI menduga ada kongkalikong antara panitia lelang dengan perusahaan tersebut,” jelas Achmad.
Melihat permasalahan ini KAKI akan meminta kepada Komisi Anti Korupsi (KPK) untuk memeriksa proses lelang
Pembangunan Rumah Teleskop Optik Utama beserta kelengkapannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: