LSM Anti Korupsi Minta Anies Berantas Mafia Proyek

Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mengelar demonstrasi di depan Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/6)

 

SUMATRAPOS– Sekolompok orang menamakan dirinya sebagai Komite Anti Korupsi Indonesia  (KAKI) mengelar demonstrasi di depan Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/6). Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta, Anies Bawesdan,  memberantas mafia projek yang ada di Pokja Tertentu di Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta.

Koordinator KAKI Ahmad Fikri mempertanyakan, serapan anggaran DKI Jakarta triwulan pertama rendah, apakah ini sistem yang buruk atau oknum mafia proyek yang bermain. Sebagaimana telah menjadi perhatian publik, mafia proyek di DKI adalah salah satu masalah yang telah menyedot anggaran yang diperuntukkan untuk kepentingan rakyat.

“ Hingga kini tak jelas konsep pemberantasan mafia proyek di DKI yang diusung oleh Anies dan Sandi.  Sebagai contohnya adalah dibentuk kembalinya Pokja Tertentu Balai Kota di DKI. Padahal salah satu sumber pembiakan tumbuhnya mafia projek di DKI adalah melalui Pokja Tertentu,” kata Ahmad melalui keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan, sebetulnya Pokja tertentu tersebut dibentuk oleh Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Pokja tertentu tersebut sebelumnya mempunyai kewenangan yang dapat disalahgunakan untuk merekayasa pemenang tender projek pengadaan barang dan jasa. Di zaman Ahok memimpin Jakarta, Pokja tertentu sudah diketahui bermasalah.

“Misalnya dalam kurun waktu 2017, projek Rehab Berat 118 sekolah di DKI oleh Pokja Tertentu Balaikota, belakangannya diketahui bermasalah dan sekarang sedang diperiksa di KPK.” Jelas Ahmad.

Bahkan, lanjutnya, Koordinator Investigasi ICW  telah melaporkan dugaan anggaran fiktif dari proyek Rehab Berat 118 Sekolah di DKI dengan nilai total kontrak Rp 180 milliar.

Selain itu,  ketika Gubernur Djarot memimpin Jakarta, Pokja Tertentu yang bermasalah tersebut sudah diputuskan untuk dibubarkan. Namun, anehnya kenapa di zaman kepemimpinan Anies dan Sandi yang mengusung perubahan, Pokja Tertentu tersebut justru dihidupkan dan diaktifkan kembali.

Sekarang penentuan pemenang tender pengadaan barang dan jasa tersentral di Pokja Tertentu yang yang dipimoin oleh Firman yang merupakan seorang birokrat yang juga merangkap Kepala PPBJ (Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa) Balai Kota dan Jakarta Pusat.

Sentralisasi dan rangkap jabatan tersebut telah terbukti telah disalahgunakan oleh Firman yang pernah menjadi salah satu pejabat birokrat di DKI yang pernah mendapat teguran dari Inspektorat, lantaran sering bolos masuk kantor. Sanksi dari Inspektorat terhadap Pimpinan Pokja Tertentu, yaitu Firman tersebut bahkan disertai dengan ancaman penghentian Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) sebesar Rp. 40 juta per bulan.

Penyerapan anggaran di DKI terhambat karena sentralisasi proses lelang. contoh Rehab total sekolah di 6 wilayah kota / kabupaten sudah sejak bulan februari RUP nya dikirim ke BPPBJ tapi sampai hari ini belum diumumkan calon pemenangnya, kapan lagi mulai dikerjakan berhubung tendernya adalah Design and Build, designnya saja minimal 45 hari , berpedoman pada proses lelang tahun 2017 pekerjaan dimulai bulan Juni saja sampai batas akhir 31 desember belum rampung.

“Contoh lain adalah lelang pemagaran ragunan yang hanya 12 miliar tetap juga diselenggarakan oleh pokja tertentu, pemasukan penawaran sudah 1 bulan lebih tapi sampai sekarang belum diumumkan. artinya proses lelang pengadaan barang dan jasa yang ditumpuk di pokja tertentu akan menghambat proses lelang itu sendiri,” tegas Ahmad.

Dari contoh kasus terkait Pokja Tertentu tersebut, yang merupakan warisan rezim Ahok, menunjukan bahwa kepemimpinan Anies dan Sandi di DKI masih belum menunjukan konsep yang jelas dalam memberantas mafia projek di DKI dan membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kita menanti dentuman kebijakan dari Anies dan Sandi untuk mengubah DKI, khususnya dentuman kebijakan dalam memberantas mafia projek di DKI.” tandasnya. (HK)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: