Masyarakat Jangan Terpengaruh Kampanye Pesimisme

Ketua Umum Pak Tejo, Tigor Doris Sitorus.
Ketua Umum Pak Tejo, Tigor Doris Sitorus.
SUMATRAPOS.COM—Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) Tigor Doris Sitorus menduga ada kemiripan kampanye Prabowo-Sandi dengan pilpres Amerika Serikat yang memenangkan Donal Trump sebagai presiden. Dugaan kemiripan kampanye itu karena menyebarnya pesimisme  kepada masyarakat bahwa pemerintah telah gagal dalam mensejahterakan rakyat.
Menurut Tigor pada waktu pilpres Amerika  pesimisme menyebar untuk menyerang capres dari partai demokrat Hillary Clinton. Hillary diserang  tentang krisis ekonomi dan semua persoalan karena kegagalan partai demokrat dalam memimpin sehingga menjatuhkan elektabilitas dan popularitasnya.
“Pesimisme terhadap pemerintah disebarkan melalui akun-akun palsu di media sosial sehingga mempengaruhi pikiran masyarakat dan muncul ide perlu ada pergantian kepemimpinan,” kata Tigor.
Selain menyebarkan pesimisme dengan berita palsu dan ujaran kebencian di media sosial,  survei-survei juga digunakan untuk menurunkan citra positif pemerintah dimana hasil survei  tidak lagi obyektif dan sesuai fakta. Misalnya  sebuah lembaga survei  menggunakan metode random sampling dengan 1.200 responden, kemudian hasil survei menunjukan perlu ada pergantian kepemimpinan dengan alasan rakyat tidak sejahtera.
“Hasil survei juga digunakan untuk menyebar pesimisme.  Pertanyaan saya apakah mungkin 1.200 orang yang ikut survei itu mewakili suara 250 juta orang, apakah benar hasil survei itu perlu pergantian kepemimpinan,” tanya Tigor.
Namun Tigor yakin masyarakat tidak akan terpengaruh model kampanye pesimisme ini,  karena masyarakat telah cerdas dan masyarakat tidak ingin demokrasi kembali mundur ke masa lalu.
“Kampanye pesimisme tidak akan effektif dilakukan di Indonesia. Justru saya menyayangkan kubu sebelah masih percaya dengan cara itu,” pungkasnya.  (HK/SPO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: