Masyarakat Sumut Harus Cerdas Pilih Pemimpin

Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris. (Foto: sumatrapos.com)
Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris. (Foto: sumatrapos.com)
SUMATRAPOS–Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris, mengimbau agar dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bertarung di pemilihan kepala daerah Sumatra Utara dapat  memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Pendidikan politik yang baik itu dengan cara menawarkan gagasan dan program untuk meningkatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkualitas demi kesejahteraan masyarakat.
“Sekarang saatnya menarik simpati masyarakat dengan pendidikan politik yang baik melalui adu gagasan dan program. Lupakan cara-cara lama yang tidak relevan lagi seperti menggunakan isu SARA,” kata Tigor, Senin (18/6).
Menurut Tigor, masyarakat Sumut dapat menilai gagasan dan program mana yang dibutuhkan. Misalnya pasangan Djarot-Sihar yang menawarkan program Kartu Sumut Pintar, Sehat dan Sejahtera atau pasangan Edy-Ijek yang menawarkan program Sumut Bermartabat.
“Kalau masalah Islam Djarot itu Haji kok, Kalau masalah Kristen Edy Rahmayadi juga pernah diberkati oleh puluhan pendeta . Jadi bukan karena Agamanya melainkan program apa yang mereka tawarkan kepada masyarakat,” tegas Tigor.
Tigor menjelaskan, dua Gubernur Sumut sebelumnya terjerat kasus korupsi karena masih menggunakan cara-cara yang usang untuk mendapatkan kekuasaan, oleh karena itu pada pilkada 2014 yang lalu jumlah peserta pemilih di Sumut sangat minim hanya 58 persen dari seluruh pemilih. Jika masyarakat ingin mendapatkan pemimpin yang berkualitas, jujur dan bersih sekaranglah saatnya, gunakan hak suara untuk memilih pemimpin yang berkualitas.
“Pemimpin Sumut harus jujur supaya jauh dari sifat koruptif dan masyarakat harus cerdas dalam memilih pemimpin” ungkap Tigor.
Selain itu, lanjut Tigor, masyarakat Sumut jangan mudah terpancing oleh isu SARA yang merugikan karena selama ini Sumut dikenal sebagai daerah  keberagamaan umat beragama di Indonesia. Sebab berdasarkan pantauan Jokowi Watch dalam pilkada Sumut ada oknum-oknum tertentu yang ingin merusak kerukunan umat beragama dengan memasang spanduk bertuliskan ‘Tolak calon gubernur dan wakil gubernur non muslim’ dan ‘menolak mensalatkan pendukung/penista agama’.
“Saya berharap calon-calon ini jangan menggunakan cara yang tidak relevan lagi, jadi kalau menang harus secara fair.” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: