Neneng di Pecat Tim Kampanye Nasional, Pak Tejo: Ngak Ngaruh Tuh

Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo)  Tigor Doris Sitorus.  (HK/Sumatrapos)
Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) Tigor Doris Sitorus. (HK/Sumatrapos)
SUMATRAPOS.COM—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  telah menetapkan Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah  sebagai tersangka kasus suap perizinan Meikarta. Neneng diduga menerima commitment fee Rp 13 milliar dari pengusaha Lippo Group. KPK menyatakan total pemberian suap yang sudah terealisasi Rp 7 milliar melalui sejumlah kepala dinas.
Akibat penetapan tersangka  ini Neneng di pecat sebagai Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf  wilayah Jawa Barat,  dimana ia duduk sebagai pengarah teritorial bersama wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.
Terkait hal ini Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) Tigor Doris Sitorus mengatakan, pemecatan Neneng sebagai tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf tidak berpengaruh terhadap elektabilitas dan popularitas Jokowi di Jawa Barat atau Kabupaten Bekasi.
“Suara Jokowi tidak akan tergerus di Jawa Barat, masyarakat sudah cerdas dan bisa membedakan mana kasus hukum mana politik, pemilih Jokowi adalah pemilih obyektif, Jadi  tidak akan berpengaruh  terhadap kasus Neneng,” kata Tigor di Jakarta, Kamis (18/10).
Tigor menjelaskan,  masyarakat tidak melihat siapa tim pemenangan melainkan sosok Jokowi itu sendiri, Jokowi terbukti banyak kerja nyata, beprestasi dan banyak mendapat pujian dari pemimpin dunia. Jadi  saya meminta jangan kasus Neneng ini terlalu di politisir dan dramatisir karena ini murni kasus hukum.
“Kasus ini jangan dipolitisir karena penetapan tersangka dan  tim kampanye dua hal yang berbeda,” ujarnya.
Tigor menuturkan sebelumnya ada kasus korupsi Menteri Sosial Idrus Marham yang jadi tersangka KPK, namun tidak terjadi intervensi hukum yang dilakukan pemerintah. Artinya pemerintah sangat paham bahwa korupsi adalah kejahatan individu bukan kejahatan kelompok tertentu. Bahkan kasus Idrus tidak berpengaruh terhadap dukungan Jokowi di Pilpres 2019.
Lanjutnya, ada sembilan partai politik yang mendukung Jokowi-Ma’ruf, enam diantaranya ada di parlemen, tentu sebagai partai politik pendukung akan memberi tugas kepada seluruh kader untuk jadi tim pemenangan. Dari  517 Kabupaten/Kota di Indonesia  sebagian besar kepala daerah dijabat oleh partai pendukung Jokowi, jadi jangan jadikan kasus Neneng ini bahwa semua tim pemenangan sama.
“Saya yakin bahwa ini tidak akan terpengaruh dengan elektabilitas Jokowi. Orang memilih Jokowi sudah melalui penilaian yang sangat matang. Saya percaya walapun ada beberapa yang tertangkap justru itu menguatkan dominasi Jokowi. Artinya Jokowi ini tidak akan pernah intervensi KPK. Justru kasus Neneng ini akan menaikan popularitas Jokowi.” Tandasnya. (HK/SPO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: