Nikson Nababan: Hapus Stigma ‘Miskin’ di Kabupaten Tapanuli Utara

 

Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan. (Foto:tribunnewsmedan.com)
Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan. (Foto:tribunnewsmedan.com)

 

SUMATRAPOS– Buruknya  infrastruktur jalan dan irigasi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) selama lebih dari 75 tahun menyebabkan daerah Taput dijuluki sebagai daerah tertinggal dan miskin. Hal itu disebabkan minimnya anggaran dan perhatian dari pemerintah pusat serta provinsi. Demikian disampaikan Bupati Petahana sekaligus calon bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan, Sabtu (9/6).

Nikson mengatakan sebelum ia menjabat sebagai Bupati banyak ditemukan jalan yang rusak berat, baik jalan negara, provinsi, kabupaten dan jalan desa. Kemudian ditemukan irigasi persawahan yang buruk sehingga sawah petani beralih fungsi jadi non sawah.

“ Ada stigma Kabupaten Taput adalah daerah miskin. Puji Tuhan setahun kepemimpinan saya Taput dapat keberuntungan yang luar biasa yaitu dibangunnya Bandara internasional Silangit dan berhasil mengembangkan potensi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terbesar di dunia lewat PT Sarulla Operation Limited (SOL), di Desa Sarulla,” kata Nikson.

Nikson menuturkan berkat dibangunnya Bandara Internasional Silangit dan PT SOL pertumbuhan ekonomi meningkat di Taput.  Karena kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara melalui akses bandara tersebut berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat. Sama halnya dengan PT SOL yang menerima pegawai dengan jumlah besar dan gaji di atas UMR. Dampak lainnya, dua lokasi tersebut menjadi strategis sehingga menarik minat investor untuk berinvestasi dan harga tanah  pun ikut meningkat.

“Jika saya diberikan amanat maka  saya yakin dalam lima tahun ke depan masyarakat Taput tidak ada yang miskin, tadinya pendapatan asli daerah (PAD) kita hanya Rp 30 milliar sekarang jadi Rp 160 milliar,” jelas Nikson.

Dalam bidang pertanian, lanjut Nikson,  ia telah  berhasil mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidak produktif  menjadi perkebunan Jagung dan Nanas. Kemudian dalam bidang pendidikan ia akan membangun Universitas negeri di Taput jika masih diberikan amanah untuk menjadi Bupati lima tahun ke depan.

“Impian kita semua ada Universitas Negeri di Taput agar putra-putri daerah yang berprestasi bisa kuliah di sini,” ucap Nikson.

Nikson juga berjanji akan berkoordinasi dengan Badan Otaritas Danau Toba agar potensi wisata yang potensial bisa dibangun infrastruktur oleh pemerintah. Misalnya membangun homestay dan mengajak swasta untuk berinvestasi membangun hotel.

Terkait dengan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Taput Nikson menuturkan, memang banyak tuduhan-tuduhan miring yang diarahkan kepadanya, namun ia akan tetap tetap konsisten menjawab tuduhan-tuduhan itu dengan kinerja.  Menurutnya, tuduhan ia menggunakan politik uang agar terpilih kembali menjadi Bupati  adalah tidak benar.

“Saya tidak akan menggunakan cara-cara itu untuk meraih kekuasaan, sangat jauh dari politik uang,  saya sudah mapan dan cukup,  tugas saya hanya mengabdi untuk masyarakat Taput.” Tambah Nikson.

Ia juga berjanji jika masyarakat masih memberikan kepercayaan,  ia tidak akan melakukan jual beli jabatan dan akan menggunakan sistem lelang jabatan untuk merekrut pejabat-pejabat sekelas dinas.

“Semoga saya masih dipercaya masyarakat dan bisa memakmurkan masyarakat Taput,  saya tidak akan mengerogoti uang rakyat,” pungkasnya. (HK)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: