Pak Tejo Jambi Sebut #2019GantiPresiden Tak Laku

SUMATRAPOS.COM — Ketua Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) DPD Jambi, Hendri Sastra, menanggapi #2019GantiPresiden yang digulirkan oleh Politisi PKS Mardani Ali Sera yang mengatakan tagar tersebut tidak menyalahi konstitusi dan semakin didukung masyarakat karena terjadi kondisi pelemahan ekonomi di masa Presiden Joko Widodo.
Hendri mengatakan, tagar tersebut memang tidak menyalahi konstitusi karena pendaftaran capres dan cawapres sudah selesai , berbeda jika tagar tersebut memang muncul saat Jokowi baru memimpin.
Justru Hendri mempertanyakan pernyataan Mardani Ali Sera yang mengatakan #2019GantiPresiden semakin didukung masyarakat khususnya kaum milenial. Menurut Hendri berdasarakan fakta yang ada dilapangan maupun di media sosial tagar tersebut biasa saja dan yang mendukung hanya itu-itu saja.
“Jika basis pendukung tagar itu suara Prabowo, maka di Jambi suara Prabowo-Hatta sudah jauh berkurang. Justru perbandingan suara Jokowi 70 persen dan Prabowo hanya 30 persen di Jambi,” kata Hendri.
Hendri juga mempertanyakan sosok calon wakil presiden Prabowo, Sandiaga Uno, yang kurang jujur kepada masyarakat. Karena Sandi seringkali mengklaim dirinya sebagai orang Riau, Padang, Gorontalo dan Jawa Barat. Seharusnya sebagai sosok calon wakil presiden jujur kepada masyarakat darimana dia sebenarnya berasal.
Ketua Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) DPD Jambi, Hendri Sastra (Sumatra Pos)
Ketua Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) DPD Jambi, Hendri Sastra (Sumatra Pos)
Selain itu Hendri menyesalkan lawan politik Jokowi yang terus menerus mempermasalahkan penurunan ekonomi dan hutang negara yang menyudutkan pemerintah. Ia mengatakan berdasarkan data BPS justru dimasa empat tahun kepemimpinan Jokowi angka kemiskinan menurun sepanjang sejarah Indonesia. Hal itu dikarenakan ada dana  1-3 miliar yang disalurkan ke desa sehingga ekonomi masyarakat desa berjalan dengan baik.
Terkait masalah hutang, di era Jokowi justru hutang-hutang digunakan untuk kegiatan produktif seperti pembangunan Infrastruktur yang nantinya akan menimbulkan multi player effect untuk kegiatan ekonomi. Bahkan pembangunan infrastrukur di era Jokowi sudah ada yang menghasilkan seperti Tol Becakyu, Bandara dan Dermaga.
“Saya yakin setahun masa Kepemimpinan Jokowi di periode ke 2 hutang-hutang itu bisa dicicil, lawan politik harus bicara sesuai fakta dan data jangan terus mengeluarkan opini apalagi opini yang keluar dari calon wakil presiden,” ucap Hendri.
“Alasan #2019GantiPresiden itu didukung masyarakat dengan alasan ekonomi menurun merupakan kebohongan publik,” tegas hendrik
Justru sekarang yang menjadi masalah adalah terkait mahar Rp 500 milliar kepada partai PAN dan PKS yang disampaikan Wasekjen Demokrat Andi Arief, jika memang pernyataan itu tidak benar seharusnya Sandiaga melaporkan Andi Arief ke Mabes Polri.
“Bagaimana dengan mahar Rp 500 milliar itu, laporkan dong Andi Arief, ini kok dilaporkan. Sandiaga juga harus siap dikritik,” pungkasnya. (HK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: