Pemasangan Lampu Imitasi Sesuai Surat Edaran Sekda

ohon hias yang dipasang di kawasan Monas-Thamrin ini untuk menyambut HUT DKI Jakarta serta Asian Games 2018. | Akbar Nugroho Gumay /Antara Foto
Pohon hias yang dipasang di kawasan Monas-Thamrin ini untuk menyambut HUT DKI Jakarta serta Asian Games 2018. | Akbar Nugroho Gumay /Antara Foto

 

SUMATRAPOS–Meski sudah dicopot, keberadaan pohon lampu hias masih menyisakan polemik mengenai alokasi anggaran yang fantastis. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Energi (PE) DKI Jakarta memberikan penjelasan mengenai asal usul pohon lampu hias hingga anggaran untuk membeli puluhan pohon lampu tersebut.

Kepala Dinas PE DKI Jakarta, Yuli Hartono mengatakan, pemasangan pohon lampu hias di trotoar Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada 28 Mei dilakukan oleh Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat.

Pemasangan dilakukan untuk menyemarakkan kegiatan-kegiatan hari besar daerah dan nasional serta hari besar keagamaan. Seperti, HUT Kota Jakarta pada 22 Juni 2018, HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2018, Hari Raya Idul FItri 1439 Hijriyah serta Hari Natal dan Tahun Baru 2018.

“Untuk melaksanakan hal ini, kita punya dasar hukumnya,” kata Yuli di Kantor Dinas PE, Senin (4/6).

Dasar hukum pelaksanaan pemasangan lampu hias adalah Surat Edaran Sekretaris Daerah selaku Ketua Panitia Peringatan HUT Ke 491 Kota Jakarta Nomor 72/PanHUT/491/V/2018 tentang imbauan membersihkan, memperindah dan menghias kantor, rumah dan lingkungan sekitar dalam rangka HUT ke-491 Jakarta pada poin 1.c yang mengimbau untuk memasang lampu hias warna-warni dan ornamen estetika lainnya.

“Berdasarkan SE tersebut, Suku Dinas Perindustrian dan Energi di lima wilayah kota administrasi merencanakan pemasangan lampu hias di masing-masing wilayah. Di mana setiap pemasangan dilakukan secara swakelola oleh petugas PJLP (Petugas Jasa Lainnya Orang Perorangan) di masing-masing wilayah,” ujar Yuli.

Lalu, Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat berinisiatif melakukan pemasangan pohon lampu hias pada 28-29 Mei 2018 di lokasi dan titik yang sama dengan pemasangan yang dilakukan pada tahun 2017. Yaitu, di Jalan MH Thamrin (sisi barat dan timur) di 24 titik, di Jalan Medan Merdeka Barat (sisi barat dan timur) sebanyak 24 titik, di Halaman Balai Kota DKI sebanyak empat titik, dan halaman gedung DPRD DKI sebanyak empat titik.

Diakuinya, pemasangan pohon lampu hias di Jalan MH Thamrin, tepatnya di Bangkok Bank dan Gedung Bank Indonesia, penempatannya berada di dekat garis disabilitas dan keberadaan pohon lampu hias tersebut mempersempit ruang trotoar, sehingga para pejalan kaki merasa tidak bebas bergerak dan merasa terhalangi dengan keberadaan beberapa pohon lampu hias tersebut.

“Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat dan menjadi viral di media sosial. Lalu, diputuskan, pada malam tanggal 30 Mei 2018, Sudin PE Jakpus melakukan pencopotan seluruh lampu hias pohon yang berada di Jalan MH. Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat,” terang Yuli.

Karena itu, ke depannya, untuk penempatan pemasangan lampu hias pohon di masa yang akan datang, Dinas dan Sudin PE DKI akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Dengan memperhatikan aspek arsitektur, keindahan, keselamatan, keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan.

Mengenai beredarnya kabar keberadaan pohon lampu hias dibeli dengan nilai anggaran yang cukup fantastis, yaitu Rp 8,8 miliar, Yuli membantahnya. ditegaskannya pohon lampu hias merupakan hasil pengadaan melalui lelang bersama (konsolidasi) Tahun Anggaran 2017.

Harga satuan kontrak lampu hias pohon (mayang) sebesar Rp 8.272.150 (di luar PPN) per buah. Untuk Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat, nilai kontrak sebesar Rp 573.259.995 dengan volume sebanyak 63 buah pohon lampu hias.

Dirincikannya, dalam tahun anggaran 2017, telah dialokasikan anggaran untuk pembelian pohon lampu hias (Mayang) sebanyak 200 pohon di lima wilayah DKI Jakarta. Di antaranya, Jakarta Barat sebanyak 40 buah, Jakarta Pusat 63 buah, Jakarta Selatan 10 buah, Jakarta Timur 67 buah dan Jakarta Utara 20 buah.

Total anggaran sebesar Rp 1,8 miliar, dengan rincian, Jakarta Barat sebesar Rp 363.974.600, Jakarta Pusat sebesar Rp 573.259.995, Jakarta Selatan sebesar Rp 90.993.650, Jakarta Timur sebesar Rp 609.657.455, dan Jakarta Utara sebesar Rp 181.987.300.

Sedangkan, pada tahun 2018, Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat memiliki anggaran pengadaan lampu hias neon box untuk menunjang Asian Games 2018 sebanyak 300 buah dengan nilai kontrak Rp 2,2 miliar.

 

SUMATRAPOS/ B ARTO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: