Selasa, Desember 10

Pemilukada Tobasa, Banyak Bakal Calon Bupati Tanpa Konsep

Bagikan
Ilustrasi. (Foto:net)

Sumatrapos.com, Jakarta – Menjadi bakal calon kepala daerah ialah hak bagi setiap orang, namun menjadi kepala daerah bukan sekedar meningkatkan popularitas atau hanya ingin menikmati fasilitas negara.Terlebih lagi kepala daerah adalah jabatan strategis yang mengolah anggaran negara yang didapat dari pajak rakyat. Demikian disampaikan pengamat politik dari Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus.

Tigor mengatakan diantara Pemilukada yang akan diselenggarakan pada tahun 2020 salah satu yang jadi perhatian publik adalah Pemilukada kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Di Tobasa setidaknya ada sekitar 50 orang yang telah mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati. Jumlah ini begitu fantastis jika dibandingkan dengan daerah lain yang juga menyelenggarakan hal yang sama.

Namun Tigor menyesalkan dari banyaknya bakal calon yang mendaftar belum terlihat apa program dan visi – misi yang ingin dilakukan untuk kemajuan Tobasa. Para bakal calon berbondong-bondong mendaftar tanpa ada kesiapan dan kemampuan dalam hal kepemimpinan.

“Jabatan kepala daerah adalah jabatan strategis yang tidak mungkin dapat diduduki setiap orang, butuh kesiapan dan pengalaman untuk jadi Bupati. Saya menilai banyak bakal calon tidak memiliki konsep yang jelas.” kata Tigor, Sabtu (17/11/2019).

Tigor menyebutkan bakal calon yang mendaftar ada yang dari PNS, Akademisi, Kader Partai dan Aktivis. Yang menjadi pertanyaan ialah sudah sejauh mana bakal calon yang mendaftar memiliki prestasi dan rekam jejak yang baik dalam bidangnya masing-masing.

“Menurut saya tidak harus jadi Bupati untuk mengabdi pada masyarakat, dibidangnya masing-masing pun mereka bisa melayani. Sebab jabatan Bupati tidak semua orang mampu mendapatkan itu.” ujarnya.

Seperti diketahui publik, Pemilukada kabupaten Tobasa salah satu yang menarik karena banyak yang mendaftarkan diri ke parpol diantaranya  Darwin Siagian (Bupati petahana), Hulman Sitorus (Wakil Bupati petahana), Dolok Panjaitan (pengusaha), Robinson Tampubolon (ketua DPC partai Demokrat Kab.Toba Samosir dan caleg terpilih pemilu 2019 DPRD kab.Toba Samosir).

Kemudian  Ir. Poltak Sitorus (pengusaha), Monang Sitorus (mantan bupati Kab.Toba Samosir), dr. Tota Manurung (ASN), Tonny Simanjuntak (Wakil Ketua DPRD Kab.Toba Samosir dari Partai NasDem), Effendi Napitupulu (Ketua DPD partai Golkar Kab.Toba Samosir dan anggota DPRD kab.Toba Samosir), dan sosok lainnya.

Meskipun banyak yang mendaftarkan diri
berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pasal 40 ayat 1 menyatakan, Partai Politik atau gabungan Partai Politik dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20% dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25% dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD yang bersangkutan.

“Kemungkinan ada 5 pasangan calon dari Parpol ditambah dengan jalur independen.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: