Pemprov Tak Akan Kucurkan THR untuk Tenaga Ahli Non-PNS

Ilustrasi (sumatrapos.com/B Arto)

 

SUMATRAPOS–Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Syamsudin Lologau menegaskan, ratusan tenaga ahli non-PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tidak akan memperoleh tunjangan hari raya (THR).

Menurut Syamsudin, THR atau gaji ke-13 hanya diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), pensiunan PNS, dan honorer.

Hal tersebut, katanya, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dalam Tahun Anggaran 2018, termasuk di dalamnya prajurit TNI, anggota Polri, dan pejabat negara.

Sehingga, menurutnya tidak ada kewajiban bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan THR kepada para tenaga ahli non-PNS tersebut.

“Mereka tidak termasuk sebagai penerima THR, sudah jelas di peraturan. Jadi tidak ada kewajiban Pemprov DKI untuk memberikan THR, beda halnya dengan honorer,” kata Syamsudin, Minggu (3/6).

Selain itu, lanjutnya, layaknya Lebaran atau hari besar keagamaan lainnya, tunjangan diberikan langsung oleh pejabat di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masing-masing tenaga ahli non-PNS bertugas. Sehingga, menurutnya tidak ada masalah yang harus dikeluhkan.

“Sudah ada (THR) dari SKPD-nya masing-masing, jadi sebenarnya sudah ada seperti tahun-tahun sebelumnya. Bukan masalah,” ujar Syamsudin.

Menanggapi keterangan Syamsudin, seorang tenaga ahli non-PNS Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kecewa. Sebab, kinerja dan kemampuan yang diberikan para tenaga ahli belum dihargai Pemprov DKI Jakarta.

Bukan hanya status pendidikan para pegawai non-PNS yang disetarakan dengan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan alasan terbatasnya jumlah kuota perekrutan, Pemprov DKI Jakarta, katanya, juga memarjinalkan para pegawai non-PNS saat ini.

“Realistis aja, kalau cuma ngarepin THR dari pejabat dinas itu seberapa sih, soalnya kan pakai uang pribadi, terus dibagi-bagi ke semua tenaga ahli, seorang paling dapat Rp 500 ribu. Kita mau dihargai, semua kinerja sama skill kita, enggak kayak begini,” keluhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: