Kamis, Februari 27

Penawaran Ulang Lelang Gedung Politeknik Negeri Pontianak Diduga Salahi Aturan

Bagikan
Direktur Eksekutif Jokowi Watch Tigor Doris Sitorus. (hk/spo)

JAKARTA – Direktur Eksekutif Jokowi Watch Tigor Doris Sitorus mempersoalkan penawaran ulang
lelang pembangunan gedung kuliah terpadu Politeknik Negeri Pontianak. Menurutnya proyek dengan nilai Rp 79 milliar dibawah Kementerian PUPR tersebut tidak dapat dilakukan penawaran ulang, karena menyalahi Perpres Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa.

Tigor memaparkan lelang proyek pembangunan gedung sudah dilakukan bulan Agustus dan diumumkan pada bulan September, kemudian pemenang lelang dengan penawaran terendah juga telah diundang untuk klarifikasi pada bulan Oktober. Namun panitia lelang menyatakan perusahaan pemenang tidak dapat mengerjakan proyek tersebut karena kurang persyaratan sehingga harus memasukan penawaran ulang.

“Tidak ada istilah memasukan penawaran ulang jika sudah diundang calon pemenang lelang. Ini jelas menyalahi Perpres tentang pengadaan barang dan jasa.” kata Tigor di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Atas keputusan panitia lelang itu maka perusahaan calon pemenang lelang yang telah diundang klarifikasi dan pembuktian kualifikasi telah dirugikan secara materi dan waktu, karena proses penawaran ulang perlu melengkapi dokumen dari awal. Seharusnya jika memang perusahaan tidak lolos tidak perlu diundang untuk klarifikasi.

Pengamat kebijakan publik ini juga menuturkan seharusnya proyek pembangunan gedung Politeknik dibawah Kementerian Riset dan Teknologi bukan dibawah Kementerian PUPR.

“Kita tahu Kementerian PUPR ini sangat sibuk dengan urusan lelang. Tapi jangan sampai hal-hal yang bertentang dengan prinsip dasar dilanggar.” ujar Tigor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: