Kamis, Februari 27

Pengadaan Makanan Tambahan Balita dan Ibu Hamil Bernilai Miliaran di Persoalkan

Bagikan

Makanan Tambahan Ibu Hamil

Sumatrapos.com, Jakarta – Setiap tahun negara mengucurkan ratusan miliar bahkan triliunan uang rakyat di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna pengadaan makan tambahan untuk ibu hamil, balita dan anak-anak. Bahkan di era Pemerintahan Joko Widodo, anggarannya naik dari tahun ke tahun.
Pemerintah menginginkan sumber daya manusia yang pintar-pintar sejak dalam kandungan, sejak anak-anak. Tujuannya, agar rakyat Indonesia ke depan bisa bersaing dengan bangsa yang lain.

Namun proses pengadaan pemberian makanan tambahan (PMT) tersebut dicium beraroma korupsi yang perlu mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo, Komisi IX DPR RI serta lembaga penegakan hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Kepolisian.

Direktur Eksekutif Kawal Uang Rakyat Indonesia (KURI), Leonardus Pasaribu menduga bahwa pengadaan makan tambahan di Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes merupakan kegiatan pengadaan yang sarat permainan. Ia membeberkan bahwa produk makanan tersebut telah dimonopoli oleh satu produsen sejak 2016 hingga 2019 dan pemenang tender dari tahun ke tahun hanya satu perusahaan juga.

“Proses tender pengadaan tersebut patut dicurigai sebagai permainan. Pemenang tender hanya PT IGM dan produsen barangnya adalah PT TPS. Ini tidak kebetulan, namun saya melihatnya sebagai sebuah permainan dalam membajak anggaran,” kata Leonardus dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sumatrapos.com, Senin (16/12/2019).

Leonardus kembali mengungkapkan bahwa ada seseorang yang telah mengendalikan proyek ini sejak dari masa penggodokan anggaran antara pemerintah dan DPR. “Saya mendengar dari sumber yang sangat saya percaya, ada sosok yang mengendalikan proyek ini dari nol berinisial W,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tahun 2019 pengadaan makanan tambahan di Direktorat Gizi yakni makanan tambahan balita kurus ke daerah dengan nilai kontrak Rp 275.807.505.600 dan penyediaan makanan tambahan Ibu Hamil Kurang Energi Kronik ke daerah dengan kontrak Rp 217.212.832.980. Kedua proyek jumbo itu dimenangkan PT IGM dan barangnya diproduksi PT TPS.

“Saya memiliki dokumen bahwa sejak 2016, PT IGM telah memenangkan proyek makanan tambahan di Kemenkes total triliunan rupiah. Dan semua barang yang akan disediakan perusahaan tersebut diproduksi PT TPS,” kata Leonardus.

Guna tepatnya sasaran pengadaan sebagaimana tujuan pemerintah untuk memperbaiki gizi masyarakat, Leonardus meminta Menteri Kesehatan melakukan pengawasan ketat atas pengadaan makanan tambahan tersebut.

“Selain itu Komisi IX DPR RI harus juga mempertanyakan pengadaan itu dalam rapat-rapat dengan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: