Pengamat:  Dolar Anjlok Akibat Menteri Jokowi Salah Ambil Kebijakan

Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy dalam diskusi yang digelar KAHMI Jaya, di Sekretariat Bersama The Kemuning, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6). (sumatrapos.com)

SUMATRAPOS-Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar disebabkan adanya kebijakan yang salah. Ada kebijakan pembangunan infrastruktur tidak tepat.

Demikian diungkapkan Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy dalam diskusi yang digelar KAHMI Jaya, di Sekretariat Bersama The Kemuning, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6).

“Dollar bisa seperti saat ini karena kebijakan yang salah oleh menteri Jokowi. Mereka asal melakukan pembangunan infrastruktur, padahal bisa saja pembangunan itu tidak tepat,” kata Ichsanuddin.

Rencana cair pinjaman dari bank dunia pada bulan ini juga dianggap belum dapat mengatasi semua persoalan. Kata dia, pinjaman tersebut bahkan lebih menjadikan negara semakin terpuruk. Saat ini menurutnya pinjaman luar negeri sudah mencapai Rp.5041 triliun.

“Kita jangan main-main soal dollar. Jokowi harus membenarkan surplus. Rencana pinjaman bank dunia dalam waktu dekat 300 juta USD bukan jaminan. Bahkan pinjaman itu bisa menjadikan Indonesia makin hancur. Indonesia dikasi darah tapi tidak menolong,” tegasnya

“Hutang luar negeri sekarang Rp 5941 miliar. Untuk mengatasi sedikit persoalan ini seharusnya satu dollar sebesar Rp.13700,” tambahnya.

Ketua KAHMI Jaya, Mohamad Taufik menilai rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar tidak lain gambaran mundurnya pemerintahan dalam ekonomi nasional.

Kata Taufik dalam diskusi, kejadian ini menggambarkan adanya ketidakpercayaan asing pada pemerintah.

“Dollar sampai menguat terus berpengaruh pada masyarakat.

Saya kira persoalan faktanya bahwa rupiah sudah melemah. Padahal sudah pakai ilmu interpensi,” tegas Taufik.

“Nah ini menunjukan adanya ketidakpercayaan asing pada pemerintah,” pungkas Taufik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: