Penyebar Hoaks Pohon Imitasi Terancam Dipidanakan

 

Wakil Ketua ACTA Ali Lubis (sumatrapos.com/ B Arto)

SUMATRAPOS–Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Ali Lubis mengingatkan pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan informasi tak benar tentang pemasangan pohon imitasi di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dapat dipidanakan dengan menggunakan pasal 27 ayat (3) UU ITE dan pasal 310 dan 311 KUHPidana.

“Ramainya pemberitaan tentang pemasangan pohon imitasi di Jalan MH Thamrin, baik oleh media online maupun televisi, dan menjadi viral, saya melihat adanya dugaan fitnah dan hoaks terhadap Anies-Sandi selaku gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta,” kata Ali melalui pernyataan tertulis, Sabtu (2/6).

Ia menjelaskan, indikasi fitnah dan hoaks itu terlihat dari adanya tuduhan bahwa Anies-Sandi yang memiliki program tersebut, padahal pemasang pohon-pohon pelastik itu adalah Iswandi, kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat.

Pemberitaan juga menyebut bahwa anggaran pengadaan pohon imitasi tersebut mencapai Rp8,1 miliar dan berasal dari APBD 2017, namun kemudian, berdasarkan keterangan Sandi, diketahui kalau pohon-pohon imitasi itu merupakan stok lama Sudin Perindustrian dan Energi Jakpus, sehingga tak ada biaya untuk pembeliannya.

“Saya selaku salah satu pendukung Anis-Sandi saat Pilgub DKI Jakarta 2017, mengimbau kepada siapa pun agar berhati-hati dalam memposting sesuatu informasi, terlebih memposting berita hoaks atau tidak benar, karena akan berakibat fitnah atau pencemaran nama baik,” katanya.

Ia menambahkan, perbuatan fitnah dan pencemaran nama baik ada konsekuensi hukumnya, yaitu dapat dipidanakan dengan menggunakan pasal 27 ayat (3) UU ITE dan pasal 310 dan 311 KUHPidana.

Seperti diketahui, sejak kemarin berita tentang pohon imitasi di Jalan MH Thamrin di sekitarnya, seperti di Jalan Medan Merdeka, viral di media sosial setelah diberitakan sejumlah media online dan televisi. Tak pelak, Anies-Sandi menjadi bulan-bulanan karena media menyebut, anggaran pengadaan pohon imitasi itu mencapai Rp8,1 miliar.

Anies membantah kalau pemasangan pohon berisi lampu-lampu itu merupakan programnya.

“Ngawur aja, enggak tahu idenya siapa,” kata Anies usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (1/6/2018).

Meski demikian Anies mengatakan kalau yang memasang pohon-pohon itu adalah petugas dari Sudin  Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat, namun tanpa  dikoorinasikan dulu dengan pihaknya.

“Tanpa izin mereka kerjakan. Begitu kita lihat, ya langsung (kita) cabut sebagai bentuk pelurusan koordinasi yang keliru,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: