Kamis, Februari 27

Perbankan Diminta Turunkan Suku Bunga Kredit, INDEF: Pertimbangkan Persoalan Likuiditas

Bagikan
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani.

Sumatrapos.com, Ekonomi – Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5 persen pada 24 Oktober 2019. Namun sampai hari ini perbankan belum juga menurunkan suku bunga kredit.

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, salah satu pertimbangan perbankan belum menurunkan suku bunga kredit karena persoalan masalah likuiditas.

Aviliani menyebut likuiditas ini biasanya menjadi persoalan bank umum karena Loan to Deposits Ratio (LDR) atau rasio kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek sudah di atas 100 persen. Sementara di bawah buku III masih sekitar 90 persen.

Di samping itu, persaingan suku bunga dengan Surat Berharga Negara (SBN) juga masih cukup besar. Di mana SBN pajaknya saja kini mencapai 15 persen, bunganya dari 7 persen jadi 6,8 persen. Sedangkan deposito saat ini sebesar 5 persen jika dilihat dari Bank Indonesia Rate.

“Jadi harus duduk bersama untuk menentukan tingkat bunga agar mau ke bank atau SBN sama. Selama lebih besar SBN ya terjadi, apalagi orang-orang yang punya uang selalu memindahkan uangnya ke sana,” kata dia saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/11).

Persoalan lain yang menjadi pertimbangan yakni banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang jatuh, dan pada akhirnya membuat bank takut untuk menyalurkan kreditnya. Sebab, kejadian itu akan berdampak pada perusahaan dan mengakibatkan gagal bayar.

“Makanya di sini OJK perlu turun tangan. Harus lebih melihat apa masalahnya. Kalau perusahaan bagus sebenarnya hanya masalah cashflow jadi bisa restrukturisasi, jadi harus fleksibel,” imbuhnya.

Ditempat terpisah, Presiden Joko Widodo meminta perbankan segera menurunkan bunga kredit menyusul suku bunga Bank Indonesia (BI) yang sudah diturunkan sebesar 100 basis poin (bps) menjadi lima persen.

“Saya mengajak memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit,” kata  Jokowi dikutip dari kompas.com saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: