Kamis, Februari 27

Pesona Batik Banten di Fashion Show KKI 2019

Bagikan
Batik Banten karya Disainer Dian Pelangi dan Uke Kurniawan. (hk/spo)

Sumatrapos.com, Jakarta – Batik Banten tampil memukau ketika tampil pada peragaan busana di acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia  di Jakarta Convention Center 12-14 Juli 2019. Acara KKI dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Sebanyak 16 model tampak anggun ketika mengenakan busana batik banten bercorak kreweng terwengkal seni budaya Banten karya Disainer Dian Pelangi dan Uke Kurniawan. Warna-warna cerah pada batik sangat pas ketika dipadukan dengan atasan hijab warna gelap dan asesoris seperti tas.  Model batik banten juga terlihat kekinian sehingga cocok untuk generasi millenial.

“Batik Banten adalah sebuah rekontruksi sejarah, pesonanya kain batik yang dapat bercerita tentang budaya Banten bermakna intelektual ‘These clothes tell strories'” kata Uke Kurniawan Designer sekaligus pelestari budaya batik  sumatrapos.com, Minggu (14/7).

Uke menceritakan batik banten sudah ada pada abad ke 16, kala itu bangsa Belanda menyebutnya sebagai selimut vanbanten dan tercatat dalam literasi kuno peninggalan kesultanan Banten.

Kemudian pada tahun 2013 arkeologi nasional bersama Departemen Arkeologi FIB UI tahun 2013 menemukan sisa reruntuhan kerajaan Pandu  abad 8-10 masehi di Desa Baros kab. Serang. Disana ditemukan ragam hias kuno bercorak  kreweng terwengkal yang selama ini dikenal sebagai ukiran atau corak khas Banten.

Berkat penemuan itu Pemerintah Daerah Banten menjadikan corak/motif Kreweng Terwengkal sebagai jatidiri  masyarakat Banten. Corak itu pun digunakan dianjungan rumah adat banten di Taman Mini Indonesia Indah.

Hal itu juga menjadi inspirasi Uke untuk mentransformasikan corak tersebut kedalam kain katun dan sitra yang kita kenal kini sebagai batik banten.

“Motivasi saya ialah masyarakat banten yang tadinya terkesan jawaranya ternyata juga memiliki peninggalan sejarah karya seni batik yang memilik pesan filosofis dalam setiap coraknya. ” ujar Uke

Uke menjelaskan dirinya sangat bangga dapat jadi inspirasi dan melestarikan  batik banten bercorak kreweng terwengkal. Bahkan kini ia telah mensosialisasikan batik banten keberbagai daerah dengan melatih batik.

“Alhamdulillah sekarang telah berstatus Guru batik nasional dan Guru wirausaha nasional yang melatih membuat batik banten sekaligus mempromosikannya.” tambah uke.

Uke pun menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia dan Kementerian terkait yang telah menyelenggarakan acara KKI 2019. Menurutnya, acara ini ialah bentuk kepedulian pemerintah terhadap wadah seniman dalam mempromosikan karya seninya.

Uke berharap nantinya seni batik dapat jadi pelajaran muatan lokal ditiap sekolah. Dengan begitu kekayaan kearifan lokal bangsa Indonesia dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi yang akan datang.  (hk/spo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: