Posting Soal Terorisme, Pilot Garuda Indonesia Terancam Dipecat

Pilot Garuda
Pilot Garuda

Merdeka.com – Seorang pilot Garuda Indonesia ramai diperbincangkan di media sosial karena berkomentar miring terhadap peristiwa bom bunuh diri di Surabaya. Dalam sebuah unggahan di Facebook, dia menilai peristiwa bom Surabaya rekayasa. Dia menyebut, ada aktor lain di balik pelaku yang tidak diungkap Kepolisian.

Manajemen Garuda Indonesia memastikan pilot yang diduga mengunggah postingan terkait pemberitaan tertentu mengenai terorisme telah digrounded (dibebastugaskan) sejak Jumat kemarin.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengungkapkan, seiring dengan dirumahkannya pilot tersebut, Garuda Indonesia melakukan investigasi lebih lanjut tentang apakah hal tersebut benar dan perihal motif dan latar belakang terkait posting-an di media sosial tersebut.

Investigasi terhadap pilot yang bersangkutan juga akan dilakukan terkait dengan dugaan mengenai hubungannya dengan seorang wanita yang sebelumnya sempat mengemuka di sejumlah posting-an sosial media.

“Kami pastikan pilot tersebut akan ditindak sesuai kebijakan perusahaan sekiranya ditemukan indikasi terkait perilaku menyimpang atau pelanggaran etika,” jelas Hengki dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (19/5).

Berkaitan dengan hal tersebut, Garuda Indonesia mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi atas unggahan tersebut. Garuda juga mengimbau jajaran karyawan untuk selalu mengedepankan etika dan prinsip kehati-hatian dalam melakukan aktivitas di lini sosial media, khususnya terkait isu-isu mengenai SARA.

“Apalagi jika akun media sosial mereka turut menampilkan atribut dan identitas perusahaan,” tambah Hengki. (HK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: