PPP Kecewa Lulung Membelot

Politisi PAN Abraham Lunggana
Politisi PAN Abraham Lunggana

 

SUMATRAPOS–DPW PPP DKI Jakarta kecewa atas keputusan salah seorang kadernya, Abraham Lunggana alias Lulung yang memilih pindah ke PAN menjelang Pemilu 2019.
“Keputusan yang bersangkutan (Lulung) untuk tidak lagi bersama PPP sangat disayangkan. Namun itu adalah hak politik yang bersangkutan yang kami hormati, sebagaimana kami pernah menyambutnya untuk masuk  PPP pasca Pemilu 2014 lalu,” kata Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abdul Aziz melalui pesan elektroniknya, Selasa (19/6).
Aziz menegaskan, bahwa DPP PPP dengan Ketum/Sekjen Romahurmuzy/Arsul Sani tidak pernah melakukan pemecatan terhadap Lulung karena tidak mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Pilkada DKI Jakarta lalu.
“Dalam catatan kami, pemecatan dilakukan oleh Djan Faridz, sebagaimana pernah diberitakan media beberapa waktu lalu,” ujar Aziz.
Selain itu, dalam rangka menghadapi Pemilu 2019, PPP telah  melakukan konsolidasi organisasi sesuai amanat AD/ART PPP, yang antara lain menghasilkan kepengurusan dibawah kepemimpinan Abdul Aziz, sebagai Ketua DPW PPP DKI Jakarta dan terus melakukan penguatan organisasi, antara lain dengan merangkul Lulung untuk menjadi salah seorang pengurus DPP PPP.
Menurut Aziz, PPP DKI Jakarta juga berkomitmen untuk terus melakukan yang terbaik bagi masyarakat Jakarta, dibawah kepemimpinan Anies-Sandi, untuk Jakarta yang lebih baik dan kebahagiaan warganya.
Diketahui, politisi senior PPP, Lulung memastikan bahwa dirinya akan pindah ke PAN dalam waktu dekat.
“Insya Allah. Lihat baju saya udah biru, kan,” ujar Lulung sambil menunjuk baju kemeja berwarna biru yang dikenakannya saat ditemui Tempo di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Minggu (17/6).
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta tersebut dipecat PPP kubu Djan Faridz pada 2017 silam. Namun, Lulung menilai DPP PPP kubu Djan Faridz tidak berhak memecatnya dan sejumlah politikus PPP lain lantaran tak memiliki surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Adapun SK Kementerian Hukum tentang Pengesahan Susunan Personalia Dewan Pimpinan Pusat PPP Masa Bakti 2016-2022 yang dikeluarkan pada April tahun lalu kini dipegang PPP kubu M. Romahurmuziy.
Lewat sistem penggantian antarwaktu (PAW), PPP pun mencopot Lulung dan sembilan politikus PPP lain dari keanggotaan DPRD DKI Jakarta. Pemecatan itu dilatarbelakangi pelanggaran terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP. Lulung dan beberapa politikus PPP dinilai menyalahi aturan karena mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan Gubernur DKI 2017. Padahal PPP kubu Djan saat ini mendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
Namun sampai saat ini, Lulung menganggap pemecatan terhadap dirinya tak sesuai dengan AD/ART partai.
“Saya kan dipecat karena saya tidak mendukung sahabat saya namanya Ahok. Kalau baca anggaran dasar, saya salah nggak? Tapi saya enggak nuntut, saya memilih hijrah. Saya ajak teman sembilan lainnya hijrah bersama saya,” ujar Lulung.
Lulung memastikan akan pindah ke PAN. Namun dia belum memastikan apakah bakal mendaftar kembali sebagai calon legislator pada pemilihan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: