Proyek Pipanisasi Air Bersih, Walikota Jambi dan Bupati Tanjung Jabung Barat Dilaporkan ke KPK.

Ketua Umum LPMI Henri DS (Sumatra Pos)
Ketua Umum LPMI Henri DS (Sumatra Pos)
SUMATRAPOS.COM–Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (LPMI) mengungkapkan telah terjadi korupsi dalam proyek pipanisasi air bersih sepanjang 70 km senilai Rp 500 milliar mulai tahun anggaran 2007 hingga 2018 di kabupaten Tanjung Jabung Barat,Jambi.
LPMI menduga pelaksanaan kegiatan proyek pipanisasi tersebut telah menimbulkan kerugian negara karena alokasi anggaran hingga lebih dari Rp.500 milyar dan juga hasil temuan audit BPK yang menyatakan ada unsur kerugian negara.
Kasus ini telah diproses Kejaksaan dan telah ditetapkan beberapa orang tersangka, namun aktor intelektual yang bertanggung jawab belum tersentuh hukum.
“Kami minta KPK segera menangkap aktor intelektual dalam kasus korupsi¬† ini,” kata Ketua LPMI Henri DS, Jumat (28/12).
Hendri mengatakan telah mengirimkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  terkait kasus ini. Dan meminta KPK memeriksa H. Syafrial selaku Kepala Daerah (Bupati) sebagai penanggung jawab anggaran, SY Fasha selaku Direktur PT.Bina Konsindo Persada sebagai Pelaksana Proyek tahun anggaran 2007 yang saat ini telah menjabat sebagai Walikota Jambi.
Kemudian Aswin selaku Distributor Pipa Steel Frame dan Arif Sambudi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tahun Anggaran 2007 dan 2008 yang diduga merencanakan Proyek Pipanisasi Air Bersih dari awal
“Kami minta KPK melakukan pemeriksaan dan apabila cukup bukti agar menetapkan menjadi tersangka, hal sesuai dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang atas Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.” tandasnya. (SPO/HK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: