Punya e-KTP, Djarot dan Istri Bisa Memilih Pada Satu Jam Terakhir

Calon Gubernur Sumatra Utara,  Djarot Saiful Hidayat, saat menunjukan  KTP-Elektronik yang dikeluarkan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan. (Foto:tribunnews)
Calon Gubernur Sumatra Utara, Djarot Saiful Hidayat, saat menunjukan KTP-Elektronik yang dikeluarkan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan. (Foto:tribunnews)

 

SaifulahSUMATRAPOS–Calon Gubernur Sumut (Cagubsu) nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat dan istrinya, Happy Farida dipastikan akan bisa menggunakan hak pilih pada pemungutan suara pada Pilgubsu tanggal 27 Juni 2018.

Meski tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Djarot dan istrinya telah mengantongi KTP-Elektronik yang dikeluarkan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan dengan alamat di Jalan RA Kartini Nomor 6, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut, Aulia Andri mengatakan, KTP-Elektronik adalah instrumen penting dalam pemungutan suara. Seseorang yang sudah mengantongi KTP-Elektronik, meski tak masuk dalam DPT berhak memilih.

Yang bersangkutan akan dimasukkan Dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan memilih sesuai dengan domisilinya. “Yang bersangkutan bisa memilih di satu jam terakhir seperti ketentuan pemilih dalam DPTb,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/6) sore.

Dalam prosesnya, lanjut Aulia, yang bersangkutan sebelum menggunakan hak pilihnya harus melapor ke Bawaslu Sumut untuk kemudian dimasukkan kedalam DPTb dan akan memilih di duaa jam terakhir. “Intinya siapa yang punya KTP-Elektronik selama berdomisili di Sumut bisa memilih,” tandasnya.

Persoalan KTP-Elektronik, menurut Aulia, menjadi perhatian bersama para penyelenggara. Para pemilih harus dijamin hak pilihnya.

Dalam ketentuan, pemilih pada pemungutan suara wajib menunjukkan KTP-Elektronik atau Surat Keterangan (Suket) dari Disdukcapil. Namun, meski nantinya saat pemungutan suara pemilih tidak bisa menunjukkan KTP-Elektronik atau Suket, karena sesuatu hal misalnya hilang, bisa tetap memilih.

KPU RI lewat edaran Nomor 547 telah mengingatkan seluruh jajaran penyelenggara untuk menyikapi ini. Komisioner KPU Sumut, Benget Silitonga menyebutkan, surat )edaran itu pada intinya menyampaikan dua hal. Pertama, dalam hal memberikan suara di TPS, pemilih yang terdaftar dalam DPT menunjukkan C6 dan menunjukkan KTP-Elektronik atau suket.

“Lalu kedua, dalam hal pemilih sebagaimana disebut pada angka 1 tidak dapat menunjukkan KTP-Elektronik atau suket, pemilih dapat memberikan suara dengan ketentuan petugas KPPS memastikan C6 sesuai dengan pemilih yang bersangkutan,” sebutnya. (NAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: