Sejarah Kejayaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya (Sumatra Pos/Foto: goodnewsfromindonesia)
SUMATRAPOS.COM Kerajaan Sriwijaya memang identik dengan kejayaan pemerintah dan kemakmuran rakyatnya. Maka wajar saja jika cerita atau kisah mengenai kerajaan ini tidak akan lepas dari pencapaiannya khususnya di bidang perdagangan. Sriwijaya disebut-sebut jaya pada abad 9-10 M, dimana pada abad ini pula, kerajaan ini mulai berhasil menguasai perdagangan Asia Tenggara, dan bahkan mendominasi Selat Sunda, dan Selat Malaka.
Lebih dari itu, kerajaan Sriwijaya juga dianggap sebagai Pengendali rute perdagangan rempah lokal. Kerajaan ini bahkan mengenakan bea dan cukai. Sriwijaya juga dapat mengumpulkan kekayan dari jasa pelabuhan, Tiongkok dan India dll.
Meski kerajaan Sriwijaya memang identik dengan kejayaan pemerintahan dan kemakmuran rakyatnya, namun pada akhirnya kejayaan tersebut juga musnah dan hanya meninggalkan sejarah saja. Kejayaan sriwijaya itu sendiri punah sejak tahun 1017 dan 1025 dimana kerajaan sriwijaya mendapat serangan dari Rajendra Cholda Idari dinasti Cholda di Koromande, India Selatan, hingga memenangkan wilayah Asia Tenggara.
Berawal dari serangan tersebut, beberapa militer kerajaan ini mulai melemah sehingga kejayaan dari Sriwijayapun mulai tak sejaya sebelumnya.
Terlebih, saat Rajendra Cholda berhasil memenangkan salah satu pusat perdagangan utama bagi kerajaan Sriwijaya, yakni daerah Asia tenggara. Maka inilah awal dimana Sriwijaya yang berdiri kokoh dan terkenal dengan kekayaan dan kejayaannya mulai runtuh. Namun meski demikian, mengingat daerah kekuasaan Sriwijaya tidak hanya terdapat di Asia tenggara saja, Sriwijaya pada masa ini masih berdiri, meski tidak sekokoh sebelumnya. faktor kejayaan kerajaan sriwijaya
Hanya saja, kekokohan tersebut juga mengalami keruntuhan kembali yang di awali dengan munculnya Dharmasraya dan Pagaruyung, yang menjadi kekuatan baru lalu menguasai Semenanjung Malaya, Sumatra, hingga Jawa. Maka dengan demikian, kerajaan Sriwijaya juga semakin melemah. gambar kerajaan sriwijaya
Selain itu, akibat mengalami serangan demi serangan yang cukup beruntun, pada akhirnya menyebabkan pedagang mulai jarang beraktifitas, hingga Sriwijaya dengan demikian semakin melemah lagi. Bagaimana tidak? Kerajaan ini jaya karena sistem perdagangannya. Namun kekuasaan dari bidang tersebut runtuh akibat banyaknya serangan hingga hampir melumpuhkan aktifitas perdagangan penduduknya. jelaskan peranan kerajaan sriwijaya dan aktivitas perdagangan di selat malaka
Lebih dari itu, Sriwijaya semakin melemah lagi sejak muncul kerajaan kuat seperti Dharmasraya hingga menguasai Sriwijaya seutuhnya. Ada pula kerajaan Singhasari hingga kemudian Sriwijaya jatuh ke tangan kerajaan Majapahit pada abad ke 13. Inilah yang menjadi keruntuhan seutuhnya bagi Sriwijaya.
Sejarah Sriwijaya mengenai berdiri hingga runtuhnya Sriwijaya itu sendiri diperoleh dari dua sumber, yakni catatan sejarah tiongkok, serta dari penemuan prasasti batu. Lebih dari itu, perjalanan biksu I chang juga menjelaskan kondisi Sriwijaya dalam kunjungannya pada tahun 671 sekitar 6 bulan. bukti sejarah kerajaan sriwijaya
Dengan demikian, ini sudah menjadi bukti kuat tentang kebenaran mengenai kerajaan Sriwijaya. Selain itu, bukti tersebut juga semakin diperkuat dengan catatan musafir India dan Arab yang secara samar menjelaskan kerajaan Zabag yang juga berdiri pada masa kerajaan Sriwijaya. apa yang menyebabkan kerajaan sriwijaya mengalami kemunduran
Bukti kuat dari kebenaran akan sejarah Sriwijaya ini juga di perkuat dengan banyaknya penemuan yang erat kaitannya dengan kerajaan Sriwijaya. Kerajaan yang satu ini meninggalkan balai Arkeologi sebuah perahu kuno, yang papan perahunya justru dibuat jembatan.penyebab kemunduran kerajaan sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya itu sendiri dianggap simbol kebesaran Sumatra hingga menjadi kerajaan terbesar bagi Nusantara. Kerajaan ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara kesatuan sebelum di jajah Belanda.
Sumber : https://www.fatinia.com/kerajaan-sriwijaya/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: