Minggu, Agustus 25

Sengketa Pilpres, Relawan Jokowi Khawatir Gaduh Susulan

Bagikan
Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo)
Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo)

Sumatrapos.com, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno resmi menggugat penetapan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena dugaan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)  yang dilakukan pihak 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Jumat (25/5).

Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjojanto mengajukan 51 berkas alat bukti ke MK. Menurut Bambang, bukti-bukti lainnya akan terus dilengkapi sebelum proses persidangan dimulai.

Rencananya, MK akan menggelar sidang sengketa pemilu 2019 pada 17 hingga 21 Juni 2019. Sedangkan sidang putusan sengketa pemilu akan digelar pada 28 Juni mendatang.

Terkait hal itu Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) Tigor Doris Sitorus mengatakan,  gugatan ke MK tersebut harus dapat dibuktikan BPN bahwa pihak 01 Jokowi-Ma’ruf Amin memang melakukan kecurangan TSM.

“Harus dapat dibuktikan ada kecurangan TSM, laporan itu jangan hanya jadi opini.” kata Ketua Umum Pak Tejo, Sabtu (25/5).

Menurut Tigor, 51 berkas alat bukti yang diajukan tim kuasa BPN sebelumnya pernah diajukan ke Bawaslu namun berkas-berkas tersebut ditolak karena belum cukup bukti ada kecurangan TSM dilakukan pihak 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

“BPN menuduh ada pengelembungan suara sebanyak 17 juta atau 50 suara tiap TPS, seharusnya ada 200 ribu berkas bukti yang diajukan ke MK.” ujar Tigor.

Tigor menjelaskan bahwa gugatan ke MK dikhawatirkan hanya upaya membentuk opini masyarakat bahwa pihak 01 Jokowi-Ma’ruf memang melakukan kecurangan. Bahkan tidak menutup kemungkinan opini akan ditelan mentah-mentah pendukung 02 Prabowo-Sandi.

“Saya khawatir ada potensi kegaduhan susulan, sedangkan bola panas ini ada di MK.” tandasnya. (HK/SPO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: