Serikat Pekerja BUMN Bersatu Puji Kinerja Jokowi

Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu,Ferdinand Situmorang.
Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Ferdinand Situmorang.
SUMATRAPOS.COM – Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Ferdinand Situmorang mengatakan,  pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang jalankan pemerintahan Presiden Joko Widodo dilakukan dengan baik dan disiplin, sehingga krisis ekonomi yang ditandai dengan rontoknya nilai mata uang seperti dinegara berkembang tidak berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional Indonesia .
Menurut Ferdinand berbeda dengan keadaan masa order baru dan krisis ekonomi 1998 yang ketika itu BUMN bukan dijadikan alat untuk membangun ekonomi nasional tapi malah jadi sapi perahan oleh para Konglomerat yang dipelihara rezim orde baru, padahal pada awalnya Suharto memerintah Pertamina dijadikan alat untuk mencari modal di luar negeri untuk menopang perekonomian Indonesia yang sempat kollaps saat berakhir orde lama.
Selain itu banyak perbankan BUMN Kolaps akibat pinjaman yang diberikan lewat BLBI dan Kredit investasi kepada kroni suharto disalahgunakan.
“BUMN hanya dijadikan sapi perahan oleh para Konglomerat yang dipelihara rezim orde baru ketika itu,” kata Ferdinand dalam pesan elektroniknya, Selasa (19/09).
Ferdinand mentuturkan, pada masa SBY Pengelolahan BUMN Juga tidak diberikan kebebasan untuk mencari pendanaan diluar negeri supaya BUMN bisa lebih berkembang ,malah banyak yang dijadikan sapi perahan oleh pengusaha yang banyak dipelihara oleh SBY Dan kroninya.
Contohnya pengembangan Biofuel dari Buah Jarak yang dikelola swasta besar mendapat pinjaman yang cukup Besar dari BUMN perbankan tapi hasilnya nol besar, pembangunan pembangkit listrik 10 .000 MW yang dana banyak didapat dari pinjaman luar negeri tapi hasilnya juga mengecewakan karena banyaknya swasta yang kroni kroni SBY jadi broker.  Sehingga pembangkit yang dibangun hanya punya realibilitas 50 persen saja dan banyak yang rusak dan menggunakan BBM .
Beda saat ini BUMN didorong untuk mencari pendanaan diluar negeri untuk bangun infrastruktur dan mengembangkan bisnis yang dilakukan dengan transparan ,dampaknya menciptakan pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih sehat sehingga memberikan dampak yang positif terhadap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia saat adanya guncangan ekonomi yang menerpa beberapa negara berkembang dan efek perang dagang antara China dan Amerika Serikat ,yang ditanda dengan jatuhnya kurs Rupiah terhadap US Dollar. Namun keadaan ekonomi nasional tetap tumbuh Dan stabil Dan tidak mempengaruhi Daya Beli Masyarakat
“BUMN benar benar didayagunakan untuk membangun perekonomian nasional di era Joko Widodo secara transparan dan disiplin. Dibandingkan rezim rezim sebelumnya.” tandasnya. (hk/spo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: