PP THR PNS Menguras Kas Negara Rp 35, 7 Triliun

 

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi (Sumber Foto: demokrasi.co)

 

 

SUMATRAPOS.COM –  Pemerintah baru saja mengesahkan  Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tunjangan Akhir Raya (THR) dan Gaji ke-13 bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, pada Rabu (23/5) kemarin.

PP ini diharapkan akan bermanfaat pada kesejahteraan  PNS, TNI dan Polri, terutama saat menyambut hari raya Idul Fitri, tapi pemerintah juga berharap ada peningatan kinerja ASN dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.

Namun menurut pendapat Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, bulan Ramadhan 2018 adalah tahun pesta bagi PNS atau Pegawai sipil negara. Pasalnya,  saat harga harga pangan di pasaran lagi melonjak naik, tiba tiba pemerintah mengumumkan bahwa PNS mendapat jatah dua tunjangan yakni Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke 13.

“Dasar adanya anggaran THR dan gaji ke-13 PNS diberikan karena pemerintah menilai kinerja aparatur sipil negara semakin baik. Padahal CBA melihat bahwa kinerja PNS dari kontek penyerapan atau realisasi anggaran atau  APBN pada bulan April  tidak semua kementerian baik atau tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Uchok SKY Khadafi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (24/5).

Misalnya, lanjut Uchok, Kementan ( Kementerian Pertanian), Realisasi anggaran pada bulan april 2018 hanya sebanyak 11.61 persen bila dibandingkan dengan April 2017 yang  bisa mencapai sebanyak 14.67 persen. Begitu juga dengan kementerian Sosial, dimana realisasi anggaran pada April 2018 hanya sebanyak 13.52 persen dari total APBN. sedangkan Realisasi anggaran pada Bulan April 2017 mencapai sebanyak 16.30 persen

Jadi adanya THR dan gaji ke 13 yang mencapai kenaikan anggaran sebesar 69 persen merupakan Politik ingin berbaik hati pemerintahan Jokowi kepada para birokrat. Agar ketika memsuki tahun Politik, dilihat bahwa pemerintahan sekarang sebagai pemerintahan yang perduli dan sangat baik kepada PNS.

“Akibat politik berbaik hati ini, Pemerintah harus mengeluarkan anggaran paling besar sebanyak Rp.35.7 triliun. Padahal kalau pemerintah Cerdas, anggaran sebesar itu, bisa untuk mencicil utang negara yang sudah mencapai sebesar Rp.4.180 triliun,” ungkap Uchok

Dan seharusnya  Pemerintahan Jokowi harus berkaca kepada Negara Malaysia. Dimana Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad melihat bahwa

Utang Malaysia sebesar Rp.3.593 Triliun, tapi Perdana Menterinya tidak menghambur anggaran untuk gaji pegawai, malahan melakukan pemotongan anggaran untuk seluruh menteri kabinet sebesar 10 persen.

Sebelumnya,  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, besaran jumlah THR yang diterima para PNS tahun ini akan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.

Pasalnya dari Kementerian PAN-RB mengusulkan besaran THR di tahun ini selain gaji pokok, juga memasukan tunjangan keluarga dan tunjangan kinerja. Tunjangan keluarga yang dimaksud berupa tunjangan istri dan tunjangan anak. Hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1977 tentang Penggajian PNS. (HK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: