Kamis, Februari 27

Tag: Anies-Sandi

PDIP: Anies-Sandi Bikin Jakarta Semrawut

PDIP: Anies-Sandi Bikin Jakarta Semrawut

SPO Jakarta
SUMATRAPOS.COM - Penasehat Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, lebih cermat dalam melakukan pembangunan di Jakarta. Prasetio menilai banyak program yang dibuat oleh Anies yang belum tuntas seperti OK OTrip, Rumah DP Nol persen, hingga penataan Tanah Abang. "Tolonglah (program) yang baik diteruskan. Yang kurang baik ayo kita kerja sama. Pertaruhan pilkada sudah selesai. Saya Fraksi PDIP wajib menjaga pasangan Anies-Sandi," kata Prasetio dalam acara halalbihalal bersama awak media di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (16/7). Prasetio menambahkan, banyaknya program yang dibuat oleh Anies-Sandi hanya membuat Jakarta menjadi buruk "Selalu punya satu terobosan yang bukan tambah membaik tapi tambah s...
Anies Kecewa Ada Pembangunan 6 Jalan Tol Dalam Kota 

Anies Kecewa Ada Pembangunan 6 Jalan Tol Dalam Kota 

SPO Jakarta
SUMATRAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mempertanyakan pembangunan enam jalan tol dalam kota di Jakarta. Sebab, proyek DKI itu mendadak dijadikan proyek strategis nasional. Saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies dan wakilnya Sandiaga Salahuddin Uno bulat menolak proyek tersebut. Mereka menilai pembangunan itu hanya akan menambah kemacetan. "Jadi, saat kampanye kami tegaskan untuk tidak meneruskan proyek enam ruas dalam tol. Kampanye kita selesai 15 April dan kita menang. Lalu proyek ini diambil alih oleh Pemerintah Pusat," kata Anies di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (13/7). Dua bulan usai Anies-Sandi terpilih, Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres Perubahan Nomor 58 tahun 2017. Perpres terkait percepatan pelaksanaan rencana strategis nasional. "Enam ruas jalan...
Pergantian Pejabat SKPD Era Anies-Sandi Mirip Orde Baru

Pergantian Pejabat SKPD Era Anies-Sandi Mirip Orde Baru

SPO Jakarta
SUMATRAPOS.COM - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mengkritisi penunjukan lima walikota dan satu bupati administratif di DKI Jakarta Dia menilai, hal tersebut mirip tata kelola pemerintahan orde baru yang kurang transparan. "Harusnya terbuka. Supaya publik tahu, kalau penunjukan seperti ini kan seperti orde baru," kata Trubus, Jumat (6/7). Trubus memahami, pergantian merupakan kewenangan gubernur. Namun menurutnya perlu alasan yang kuat. Pergantian tak bisa didasarkan suka tidak suka. Sehingga, kapabilitas kandidat, menjadi faktor penting. Trubus menduga pengangkatan lima walikota dan satu bupati itu tanpa melihat kapabilitas. Apalagi, tak ada kontribusi dari DPRD DKI. "Memang itu kewenangan gubernur, tapi kan melalui proses, ada mekanisme dan pose
Pergantian 20 Pejabat Pemprov DKI Ganggu Ritme Kerja SKPD

Pergantian 20 Pejabat Pemprov DKI Ganggu Ritme Kerja SKPD

SPO Jakarta
SUMATRAPOS.COM - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengkritisi pergantian pimpinan Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) DKI Jakarta. Dia melihat pergantian SKPD ini membuat kinerja SKPD tak maksimal. "Memang ketika pergantian ini tidak sekaligus, mengakibatkan kinerja yang tidak maksimal dari SKPD yang belum tergantikan," kata Gembong, Jumat (6/7). Misalnya, kata Gembong, posisi Kepala Dinas Bina Marga yang belum diganti, atau jabatan lainnya. Gembong menilai mereka diliputi rasa was-was. Sebab nasibnya belum pasti. Hal ini dinilai berpengaruh pada kinerja, terutama penyerapan anggaran. "Maka itu akan berakibat soal penyerapan anggaran ke depan," ungkap Gembong. Agar tak menambah rasa was-was, Gembong menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus tetap fokus. A
Ada Karangan Bunga Nyeleneh di Balaikota

Ada Karangan Bunga Nyeleneh di Balaikota

SPO Jakarta
SUMATRAPOS--Balaikota DKI Jakarta dibikin geger dengan terpasangnya karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno. Hari ini pasangan pemimpin ibukota itu mendapatkan ucapan Lebaran yang cukup nyeleneh dari masyarakat. Hal ini terlihat dari sebuah kiriman ucapan Lebaran yang terpampang di depan Pendopo Balaikota Jakarta, Senin (25/6). Ucapan yang berbentuk papan bunga dengan ukuran lebih kurang 1,5 x 1 meter tersebut terlihat berada di barisan paling depan karangan bunga Pemprov DKI. Pantauan yang terlihat terdapat tulisan nyeleneh yang tercantum dalam karangan bunga tersebut. "Minal Aidzin Wal Faidzin. Gabener dan Wagabener ayo kerja kerja kerja, buktikan apakah bisa kerja buat Jakarta lebih baik? Kami tunggu," tulis pesan yang diketahui berasa...
Anies Minta Pendatang Baru Miliki 4 Syarat

Anies Minta Pendatang Baru Miliki 4 Syarat

SPO Jakarta
SUMATRAPOS--Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dirinya tidak melarang warga dari berbagai daerah untuk mengadu nasib di Jakarta asalkan memenuhi empat persyaratan. Hal ini dikatakan Anies untuk menjawab tradisi  membanjirnya warga dari berbagai daerah ke Jakarta (urbanisasi) bersamaan dengan arus balik warga Ibukota yang mudik selama Lebaran. "Kita menganut aturan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dimana pun di negara ini, termasuk di Jakarta, karena provinsi ini merupakan bagian dari Indonesia," kata Anies di Balaikota, Kamis (21/6). Meski demikian Anies mengingatkan, sebelum memasuki Jakarta, maka warga dari daerah telah memastikan bahwa dirinya telah memiliki jaminan kesehatan, sehingga jika sakit, dapat segera berobat. Kedua, anak-anak
Pansel Perombakan Bentukan Anies-Sandi Berpotensi Langgar Aturan

Pansel Perombakan Bentukan Anies-Sandi Berpotensi Langgar Aturan

SPO Jakarta
  SUMATRAPOS-Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah mengapresiasi kebijakan Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno menunjuk Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah sebagai ketua panitia seleksi (Pansel) perombakan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sebab, kata dia, penunjukkan itu sesuai pasal 112 ayat (5) huruf b PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). "Tapi saya mempertanyakan apakah pembentukan Pansel dan penunjukkan Sekda itu telah dikoordinasikan dengan KASN (Komite Aparatur Sipil Negara) atau belum? Kalau belum, maka Anies-Sandi menabrak juga PP Nomor 11 itu dan melanggar UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN," kata Amir, Selasa (12/6). Pasal 25 ayat (1) huruf a UU Nomor 5 Tahun 2014 me...
Anies Jangan Sepelekan Isu “Permainan Orang Dekat”

Anies Jangan Sepelekan Isu “Permainan Orang Dekat”

SPO Jakarta
  SUMATRAPOS--Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno diminta untuk tidak menganggap sepele isu adanya permainan 'orang dekat' di balik rencana mutasi jabatan besar-besaran di jajaran Pemprov DKI. "Tidak ada kata lain, Anies-Sandi harus memberikan klarifikasi," kata Ketua Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto, Senin (4/6). Orang dekat yang bermain di balik rencana mutasi di lingkungan Pemprov DKI disebut-sebut bernama Panji. Belakangan orang dekat Sandiaga itu dikabarkan mengumpulkan sejumlah pejabat sambil bermain golf di suatu tempat sambil membahas arah mutasi. Sugiyanto menyebut bantahan yang disampaikan Panji di media tidaklah cukup. Anies dan Sandi harus bisa menjelaskan bahwa rencana mutasi jabata...
Pemasangan Lampu Imitasi Sesuai Surat Edaran Sekda

Pemasangan Lampu Imitasi Sesuai Surat Edaran Sekda

SPO Jakarta
  SUMATRAPOS--Meski sudah dicopot, keberadaan pohon lampu hias masih menyisakan polemik mengenai alokasi anggaran yang fantastis. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Energi (PE) DKI Jakarta memberikan penjelasan mengenai asal usul pohon lampu hias hingga anggaran untuk membeli puluhan pohon lampu tersebut. Kepala Dinas PE DKI Jakarta, Yuli Hartono mengatakan, pemasangan pohon lampu hias di trotoar Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat pada 28 Mei dilakukan oleh Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat. Pemasangan dilakukan untuk menyemarakkan kegiatan-kegiatan hari besar daerah dan nasional serta hari besar keagamaan. Seperti, HUT Kota Jakarta pada 22 Juni 2018, HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2018, Hari Raya Idul FItri 1439 Hijriyah ser...
Bak Sampah Rp 9 Miliar Asal Jerman Dipertanyakan

Bak Sampah Rp 9 Miliar Asal Jerman Dipertanyakan

SPO Jakarta
  SUMATRAPOS--Penggunaan anggaran pemerintahan Anies Baswedan-Sandiaga Uno kembali disorot publik. Kali ini terkait pembelian tempat sampah. Di tubuh tempat sampah yang dilengkapi roda sehingga mudah dipindahkan tersebut, tertera tulisan Made in Germany, yang artinya tempat sampah tersebut dibuat di Jerman. Ketika diperiksa dalam laman e-katalog lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP), tertera bahwa DKI Jakarta telah melakukan pemesanan pada 25 Mei 2018. Pemprov DKI Jakarta memesan sebanyak 2.640 tempat sampah buatan Jerman tersebut, dengan harga satuan Rp 3,599 juta. Setelah ditotal berikut dengan ongkos kirim, pembelian tempat sampah tersebut mengeluarkan biaya lebih dari Rp 9 milliar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji mem...