Minggu, Juni 16

Tag: Lelang

Lelang Ulang Pembangunan Rumah Teleskop LAPAN Diduga Ada Permainan

Lelang Ulang Pembangunan Rumah Teleskop LAPAN Diduga Ada Permainan

SPO Daerah
SUMATRAPOS.COM -- Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) kembali menyoroti lelang ulang Pembangunan Rumah Teleskop Optik Utama beserta kelengkapannya, senilai Rp 31, 9 milliar tahun anggaran 2018 dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). KAKI menduga lelang ulang ini ada permainan antara kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Pokja yang meloloskan PT Sastra Mas Estetika dalam peringkat teknis. Padahal perusahaan tersebut tidak lolos kualifikasi pada lelang awal karena tidak dapat menghadirkan salah satu tenaga ahli. "Dari awal memang kita pantau bahwa pihak Pokja dan PPK telah menjagokan salah satu perusahaan. Kita minta Kepala Lapan turun tangan menyelesaikan persoalan ini," kata Achmad Abdullah Ketua Bidang Konstruksi KAKI, Kamis (1/11). Menurut Ach...
Lelang Pembangunan Rumah Teleskop Optik di LAPAN Diduga Melanggar Perpres

Lelang Pembangunan Rumah Teleskop Optik di LAPAN Diduga Melanggar Perpres

SPO Jakarta
SUMATRAPOS.COM--Lelang pembangunan rumah teleskop optik senilai Rp 32 milliar di lembaga penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) diduga ada permainan dan diatur pemenangnya oleh panitia lelang, karena adanya peraturan yang melanggar Perpres16 tahun 2018. Yang janggal adalah lelang sistem pasca kualifikasi tapi dinilai secara 2 sampul kemudian panitia pengadaan membuat peraturan yang aneh , dengan menerapkan annwijing lapangan. "Annwijing lapangan dengan nilai 30 adalah akal akalan panitia pengadaan barang dan jasa ,untuk mengarahkan calon penyedia barang dan jasa yang telah diarahkan oleh panitia pengadaan sebagai pemenang tender," kata Koordinator Bidang Konstruksi Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Achamad Abdullah dalam pesan elektroniknya, Kamis (27/9). Menurut Achamd...
Permainan Proyek di Tobasa Masih Berlanjut

Permainan Proyek di Tobasa Masih Berlanjut

SPO Daerah
SUMATRAPOS – Direktur PT Parhaen Jaya, Iwan Siagian,  mengeluhkan metode persyaratan tenaga ahli yang diminta panitia pengadaan barang dan jasa Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Karena persyaratan tersebut terlalu mengada-ada dan sulit dipenuhi peserta lelang khususnya peserta baru  yang mengikuti lelang di Tobasa. Iwan mengatakan akibat metode persyaratan tenaga ahli semacam itu, pihaknya  kecewa karena PT Parhaen Jaya telah melengkapi persyaratan adminstrasi dan memberikan penawaran harga terendah sebesar Rp 535 juta sedangkan pemenang lelang CV Aek Mardubur memberikan penawaran sebesar Rp 582 juta.  Justru hal ini  merugikan negara sebesar Rp 47 juta dari selisih penawaran PT Parhaen dengan CV Aek Mardubur. Proyek  yang dimaksud yakni peningkatan jaringan irigasi D.I Aek Simare denga