Tiga Pengedar Sabu 3 Kg Dituntut 9 Tahun Penjara

Ilustrasi (SumatraPos/Donald)
Ilustrasi (SumatraPos/Donald)
SUMATRAPOS.COM – Tiga pengedar narkotika jenis sabu seberat 3 kilogram dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Melly Nova dan Randi Tambunan yakni masing-masing selama 9 tahun penjara serta membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Ketiga terdakwa adalah Iskandar Daud alias IS, Muklis Usman alias Dedek dan Zulfadhli alias Zul.
“Menuntut ketiga terdakwa masing-masing selama 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan,” kata JPU Randi di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (4/6) sore.
Dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Gosen Butar-Butar itu, JPU menilai ketiga terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi).
Dalam dakwaan JPU, berrmula saksi Sunardi dan Rahmat Hidayat selaku petugas kepolisian mendapat informasi dari masyarakat bahwa adanya pengiriman sabu dari Medan keluar kota. Atas informasi tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan.
Pada Jumat tanggal 9 Februari 2018 sekira jam 17.30 wib, saksi bersama tim dari Dit Res Narkoba Polda Sumut melakukan penindakan dengan menghentikan mobil Bus Medan Jaya BK 7448 DK, tepatnya di pinggir jalan lintas Sumatera Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.
“Saat itu, polisi melakukan pemeriksaan terhadap Muklis beserta satu buah tas jinjing warna biru jingga berisi 3 bungkus plastik dalam kemasan warna hijau bertuliskan Guanyingwang yang ternyata sabu,” kata JPU. Kemudian, saksi-saksi melakukan penangkapan terhadap Muklis dan menyita barang bukti berupa 3 bungkus plastik berisi sabu seberat 3 kilogram.
Ketika diinterogasi, Muklis mengaku sabu tersebut diperoleh dari Zulfadhli di Medan atas suruhan dari Adi Blang (DPO). Pada Sabtu tanggal 10 Februari 2018 sekira jam 16.00 wib, saksi-saksi berhasil melakukan penangkapan terhadap Zulfadhli di kafe Nova yang terletak di Kota Binjai. Kepada polisi, Zulfadhli mengaku bahwa dirinya adalah orang suruhan Iskandar untuk menyerahkan sabu tersebut kepada Iskandar.
“Atas pengakuan itu, pada Sabtu tanggal 10 Februari 2018 sekira jam 17.00 wib, saksi-saksi berhasil melakukan penangkapan terhadap Iskandar di Jalan Abadi Komplek Perumahan Abadi Claster Nomor C-3 Kecamatan Medan Selayang Kota Medan,” pungkas JPU dari Kejatisu itu.
Saat ditangkap, Iskandar mengakui telah menyuruh Zulfadhli untuk mengambil paket sabu dan menyerahkannya kepada Muklis untuk dibawa kepada pembeli di Palembang. (Nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: