Tigor Doris Sitorus Fasilitasi Warga Depok Dapatkan KUR dan Sertifikat Tanah

Tigor Doris Sitorus (Tengah) Caleg PDI Perjuangan Dapil 6 Jawa Barat nomor urut 8.
Tigor Doris Sitorus (Tengah) Caleg PDI Perjuangan Dapil 6 Jawa Barat nomor urut 8.
SUMATRAPOS.COM– Ratusan warga rawa kalong desa curug cimanggis depok meminta calon anggota DPRD Jawa Barat dari PDI Perjuangan, Tigor Doris Sitorus, memperjuangkan mereka mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Sertifikat Tanah.
Warga mengatakan program KUR sangat dibutuhkan karena mayoritas pedagang sehingga sangat membutuhkan permodalan untuk mengembangkan usaha. Sama halnya dengan sertifikat tanah, banyak warga mengaku belum memiliki sertifikat tanah.
Mendengar aspirasi tersebut Tigor berjanji akan memfasilitas warga untuk mendapatkan KUR dengan bekerja sama dengan Kementerian UMKM dan Perbankan. Ia mengatakan warga perlu membentuk sebuah koperasi supaya dibina Kementerian UMKM dalam menyalurkan KUR.
Kementerian UMKM akan mendata serta merekomendasikan warga kepada pihak perbankan siapa saja yang layak mendapatkan pinjaman KUR.
“Jadi mereka nanti akan menbentuk sebuah koperasi dan nanti dinilai oleh Kementerian UKM pantaskah warga ini menerima KUR. Jadi semua warga berhak untuk mendapatkan itu kalau memang dia punya usaha sendiri dan perlu di tambahan modalnya,” kata Tigor usai menyampaikan visi-misi di Rawa Kalong Desa Curug, Cimanggis, Kota Depok, Kamis (12/10).

Tigor menjelaskan mayoritas warga Rawa Kalong adalah pedagang kue, warung makan, kerajinan tangan dan daur ulang sampah sehingga sangat perlu membentuk koperasi untuk mempermudah akses mendapatkan KUR. Menurutnya sistem koperasi dari rakyat untuk rakyat sangat tepat dijalankan karena ada dana kas dari iuran pokok anggota.
“Jadi inilah koperasi yang menggarap dan memonitor dana KUR, sudah ada beberapa koperasi di Jawa Tengah yang sukses sebagai penyalur KUR dengan aset miliaran,” ujar Tigor.
Caleg dengan nomor urut 8 ini menuturkan program KUR cukup membantu rakyat karena bunga yang ditawarkan 3,6 persen hingga 4 persen atau Rp 150.000/tahun. Warga dapat meminjam dana Rp 1 juta hingga Rp 25 juta rupiah tanpa jaminan dan cicilan awal dibayarkan pada bulan kedua.
“Kita harapkan koperasi sebagai penyalur KUR dapat melakukan pemberdayaan ekonomi masyarkat desa Rawa Kalong. Dan dana ini saya harapkan dapat terus bergulir di masyarakat sesuai dengan harapan pak Jokowi, ” jelas Tigor.
Tigor menegaskan dirinya akan berusaha memfasilitasi, mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat kepada instansi terkait. Ia juga mengaku akan membina masyarakat supaya UKM-UKM di desa Curug berkembang. Misalnya menyediakan mesin pencacah plastik untuk membuat biji plastik sebagai bahan baku industri, menyediakan alat-alat masak atau mesin pembuat kue, memberikan pelatihan-pelatihan kompentensi kepada usia produktif, dll.
Terkait dengan sertifikat tanah, lanjut Tigor, ada 53 ribu masyarakat Kota Bekasi dan Depok belum memiliki sertifikat tanah. Sertifikat tanah sangat dibutuhkan masyarakat supaya tidak ada sengketa kepemilikan tanah, sertifikat ini juga dibutuhkan jika suatu saat warga membutuhkan akses permodalan kepada Bank.
“Saya akan berjuang supaya warga mendapatkan hak-hak dasar sebagai warga negara, negara tidak boleh mengabaikan hak-hak dasar karena itu amanat UUD 1945.” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: