Yusril: Jenazah Almarhum Wartawan M Yusuf Perlu Diotopsi

Yusril Ihza Mahendra. (Sumber Foto: ROL)
Yusril Ihza Mahendra. (Sumber Foto: ROL)

 

SUMATRAPOS– Yusril Ihza Mahendra berpendapat hasil visum kematian wartawan media Kemajuan Rakyat M Yusuf karena sesak nafas dan muntah-muntah tidak cukup dijelaskan dengan visum sementara. Karena itu ia mengimbau perlu dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian Yusuf.

Menurut Yusril, mengingat jenazah baru saja dimakamkan, maka pemeriksaan melalui otopsi masih dapat dilakukan secara optimal. Dengan otopsi, dokter dapat menjelaskan penyebab mengapa Yusuf sesak nafas dan muntah-muntah serta meninggal hanya sekitar 30 menit setibanya di rumah sakit.

“Otopsi ini akan membuka tabir misteri kematiannya. Kalau kematiannya wajar, maka masalahpun selesai. Artinya, ajal memang telah tiba bagi almarhum, yang memang tidak dapat ditunda oleh siapapun.” kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/6).

Lanjut Yusril, tapi kalau kematiannya tidak wajar, maka penanganan kasus kematiannya harus melibatkan Bareskrim Mabes Polri supaya dapat menghasilkan penyelidikan dan penyidikan yang obyektif, siapa yang bertanggungjawab atas kematian wartawan Yusuf.

“Ini harus dilakukan demi tegaknya hukum dan keadilan”, pungkas Yusril.

Seperti telah diketahui publik, Yusuf menjadi pesakitan karena dilaporkan melakukan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian oleh PT MSAM, perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Haji Syamsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, pengusaha batubara dan perkebunan terkemuka berbasis di Batulicin, Kalimantan Selatan. Yusuf didakwa melanggar Pasal 45A UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU ITE dengan ancaman penjara maksimum 6 tahun atau denda 1 milyar.

Yusuf ditahan sejak pertengahan April dan diadili di Pengadilan Negeri Kota Baru. Yusuf meninggal dunia setelah dilarikan dari Lapas Kota Baru ke RSUD setempat akibat menderita sesak nafas dan muntah-muntah.

Kematian wartawan M Yusuf menarik perhatian publik di Kalsel dan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil visum sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Yusuf. Jenazah Yusuf langsung diserahkan ke keluarganya dan dimakamkan keesokan harinya.

 

SUMATRAPOS/EDDY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: